Tsunami Selat Sunda, Kurang Lebih 62 Orang Meninggal Dunia Dan 584 Orang Luka-luka

Tsunami Selat Sunda, Kurang Lebih 62 Orang Meninggal Dunia Dan 584 Orang Luka-luka

Tsunami Selat Sunda, Kurang Lebih 62 Orang Meninggal Dunia Dan 584 Orang Luka-luka
Tsunami Selat Sunda @Sutopo_PN

REINHA.com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka.

Ada kesulitan saat menentukan penyebab tsunami di awal kejadian, ini karena letusan Gunung Anak Krakatau yang tidak besar, tremor yang terus terjadi namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan dan tidak ada gempa bumi yang memicu tsunami saat itu, kata Sutopo.

(Baca juga: Mengenai Saham Freeport, Fahri Hamzah: Suatu Saat Nanti Kesalahan Yang Dibuat Saat Ini Akan Dipersoalkan)

Sutopo pun melaporkan, saat ini evakuasi korban tsunami di Selat Sunda terus dilakukan oleh tim gabungan. Jumlah korban pun terus bertambah.

Hingga Minggu (23/12) pukul 10.00 WIB tercatat 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka dan 20 orang hilang. Ratusan rumah dan bangunan rusak.

Laporan BMKG

Melalui siaran pers BMKG melaporkan, peristiwa tsunami yang terjadi di pantai barat Banten tidak dipicu oleh gempa bumi.

Berikut kutipan tanggapan BMKG terkait tsunami yang terjadi pada pada tanggal 22 Desember 2018, sekitar pukul 21.27 WIB tersebut.

Gelombang Tinggi Karena Cuaca

  1. BMKG mendeteksi dan memberi peringatan gelombang tinggi yang yang berlaku dari tanggal 22 Desember pukul 07.00 WIB hingga tanggal 25 Desember pukul 07.00 WIB (peringatan terlampir) di wilayah perairan Selat Sunda.
  2. Pukul 09.00 sampai 11.00 terjadi hujan lebat dan angin kencang di perairan Anyer.

Erupsi Anak Krakatau

  1. BMKG berkordinasi dengan Badan Geologi melaporkan bahwa pada pukul 21.03 gunung Krakatau erupsi kembali sehingga alat seismometer setempat rusak, tapi seismic Stasiun Sertung merekam adanya gerakan tremor terus-menerus (tidak da frekuensi tinggi yang mencurigakan).
  2. Berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik namun sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas seismic.

# Tsunami Selat Sunda, Kurang Lebih 62 Orang Meninggal Dunia Dan 584 Orang Luka-luka

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.