Yohanes Lamen: Saya Adalah Pejuang Dan Bukan Kaleng-Kaleng

Yohanes Lamen: Saya Adalah Pejuang Dan Bukan Kaleng-Kaleng

Yohanes Lamen: Saya Adalah Pejuang Dan Bukan Kaleng-Kaleng
Yohanes Lamen

REINHA.com – Tercatat dalam sejarah politik pasca era Orde Baru (Orba), di Kecamatan Wotan Ulumado, baru melahirkan satu calon legislatif yang kemudian menang dan manjadi Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur.

Dialah Yohanes Lamen yang pada hajatan politik tahun 2014 kemarin maju dari Partai Demokrat.

Hanes, demikian ia biasa disapa, tak lama menunaikan tugasnya hingga akhir masa jabatan kala itu karena tersandung masalah administrasi pencalegan yang berujung tragis, dirinya harus berada di balik jeruji besi.

Rupanya pengalaman pahit ini membuatnya lebih bersemangat dan tidak patah arang. Ingin melunasi hutang masa lalu dan dengan semangat pengabdian yang tinggi, dirinya kembali menjadi Calon Legislatif dari daerah pemilihan (dapil) tiga yang meliputi Kecamatan Adonara Barat, Adonara Tengah dan Wotan Ulumado bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

“Pernah tercatat sebagai petarung dan pemenang di kecamatan ini. Namun, segala permainan politik yang telah membuat saya harus tersungkur. Bukan soal persoalan besar namun hanya karena berkas legalitas saya. Dan segala utang secara hukum telah saya tertunaikan. Maka saya sebagai petarung kembali maju dengan Partai Hanura” tegas Hanes dalam kampanye dialogis di dusun empat desa Klukeng Nuking Flores Timur, Selasa (12/2/1019).

Dihadapan masyarakat, Hanes juga memohon maaf atas kelemahannya sebagai manusia rapuh atas persoalan yang pernah dialami.

“Secara orang lamaholot yang dilahirkan dari adat dan dibesarkan dari adat. Maka dari lubuk hati yg paling dalam saya minta maaf kepada Bapak Ibu sekalian yang telah mempercayakan saya menjadi wakil rakyat pada periode sebelumnya” tandas Hanes yang juga Wakil Ketua Partai Hanura Kabupaten Flores Timur ini.

Berbekal menjadi Kepala Desa Nayubaya dua periode dan sempat menjadi Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Hanes berniat mengawal semua kepentingan rakyat dengan slogan “Bekerja dengan hati, mengabdi dengan nurani dan maju bersama rakyat”.

“Kalah barang tentu menang kemungkinan. Kalau Tuhan menghendaki dan Lewotana merestui saya siap mengawal semua kepentingan masyarakat pemilih. Saya butuh tindakan rill. Saya adalah pejuang dan bukan kaleng kaleng. Gedung DPRD Kabupaten bukan tempat mencari makan melainkan lahan untuk mengabdi. Dan dari kekurangan yang saya miliki akan saya manfaatkan sebaik mungkin jika bapa mama mempercayakan saya” ungkap Hanes penuh semangat.

Dalam sesi akhir orasi politiknya dia mengajak semua yang hadir untuk tetap menggunakan hak politik pada tanggal 17 April 2019.

Hadir pula dalam kampanye dialogis ini caleg Provinsi NTT dari Dapil enam nomor urut satu Partai Hanura, Siprianus Woka Ritan.

# Yohanes Lamen: Saya Adalah Pejuang Dan Bukan Kaleng-Kaleng

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.