Siti Nurbaya: HHBK Dan Jasling Menjadi Tulang Punggung Baru Perekonomian Indonesia

Siti Nurbaya: HHBK Dan Jasling Menjadi Tulang Punggung Baru Perekonomian Indonesia

Menteri KLHK Siti Nurbaya @KLHK

REINHA.com – Pada hari ini Jumat (10/5), KLHK mengadakan kick off meeting “Pengembangan Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Jasa Lingkungan (Jasling), Berbasis Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0”, di Gedung Manggala Wanabakti.

Pertemuan ini bertujuan untuk membangun kesepahaman dan komitmen dalam pengembangan usaha dan mewujudkan industrialisasi dan hilirisasi HHBK dan Jasling berbasis masyarakat, serta membuka pasar yang tadinya menggunakan sistem offline menjadi online.

(Baca juga: Menkeu: Kebijakan Publik Adalah Proses Politis, Tapi Jangan Korbankan Integritas)

Menteri Siti Nurbaya yang membuka kegiatan ini mengatakan HHBK dan Jasling dapat menjadi industri multi bisnis kehutanan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dan menjadi salah satu tulang punggung baru perekonomian Indonesia.

“Fungsi ekonomi hutan dalam produksi HHBK menjadi daya tarik bagi pembangunan ekonomi rakyat di pedesaan karena memiliki sifat padat karya dan dapat menciptakan industri kreatif rakyat” kata Siti Nurbaya.

Selain itu, Menteri Siti Nurbaya juga menambahkan bahwa saat ini, Pemerintah terus melakukan optimalisasi pengelolaan Jasling pada tingkat tapak melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Menteri Siti Nurbaya optimis pembangunan HHBK dan Jasling akan terus meningkat dengan mengedepankan paradigma baru yaitu dari timber management menjadi forest landscape management dan orientasi korporasi menjadi orientasi multi pelaku usaha.

# Siti Nurbaya: HHBK Dan Jasling Menjadi Tulang Punggung Baru Perekonomian Indonesia

  • 38
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.