Penyakit Multiple Sclerosis: Intervensi Diet Dapat Menenangkan Sistem Kekebalan Tubuh

Penyakit Multiple Sclerosis: Intervensi Diet Dapat Menenangkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ilustrasi diet (Shutterstock)

REINHA.com – Sebuah studi pada tikus menunjukkan bahwa perubahan pola makan dapat memperlambat penyakit yang melibatkan aktivasi sistem kekebalan tubuh, seperti Multiple Sclerosis (MS). Bisakah temuan ini mengarah pada peningkatan perawatan pada manusia?

Dikutip dari medicalnewstoday, di Amerika Serikat, berdasarkan estimasi, hampir 1 juta orang di atas usia 18 tahun hidup dengan diagnosis MS.

MS adalah gangguan peradangan yang paling umum dan berhubungan dengan komponen autoimun, yaitu yang mengacu pada sistem kekebalan yang menyerang dan merusak jaringan sehat.

(Baca juga: China Mengatakan 1.700 Pekerja Medis Telah Terinfeksi)

Pada MS, sistem kekebalan menyerang selubung mielin yang melindungi sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, sehingga mengganggu pesan saraf ke dan dari otak.

Hasilnya dapat melibatkan kelemahan otot, mati rasa, masalah dengan keseimbangan dan koordinasi, dan penurunan kognitif, yang semuanya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Dokter paling sering mendiagnosis MS pada orang dewasa muda, meskipun diagnosis ini dapat terjadi pada usia berapa pun.

Saat ini, tidak ada perawatan medis yang dapat mencegah atau memperlambat MS tanpa meningkatkan risiko infeksi atau kanker. Tetapi bagaimana jika perubahan pola makan dapat menunda onset dan perkembangan penyakit pada individu yang berisiko tinggi?

Para peneliti baru-baru ini mengeksplorasi peran metionin, asam amino, yang berperan dalam respon inflamasi yang terlalu aktif seperti pada penyakit MS.

Efek dari mengurangi asupan metionin

Metionin memiliki peran yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, namun metionin memiliki efek buruk pada orang yang berisiko terkena penyakit autoimun.

Russell Jones, Ph.D., dari Van Andel Institute, di Grand Rapids, Michigan, adalah penulis senior studi ini. Dia menjelaskan: “Hasil studi kami menunjukkan bahwa bagi orang yang cenderung mengalami gangguan peradangan dan autoimun seperti multiple sclerosis, mengurangi asupan metionin sebenarnya dapat meredam sel-sel kekebalan yang menyebabkan penyakit, yang mana hal ini mengarah ke hasil yang lebih baik.”

Banyak jenis sel di seluruh tubuh yang menghasilkan metionin, yaitu bahan penyusun protein dan membentuk bahan bakar.

Sel imun yang bertugas untuk merespons ancaman, yang disebut sel T, tidak menghasilkan metionin sendiri dan sebagai gantinya bergantung pada sumber makanan.

Produk hewani tertentu, seperti daging dan telur, memiliki jumlah metionin yang tinggi.

Salah satu cara tubuh mempertahankan diri terhadap ancaman seperti patogen, atau kuman, adalah dengan membanjiri area yang terkena dengan sel T.

Para peneliti menemukan bahwa metionin yang masuk ke dalam tubuh menambah bahan bakar pada proses ini yaitu dengan membantu sel T bereplikasi dan bercabang menjadi subtipe khusus yang lebih cepat.

Namun, setelah didorong oleh metionin, beberapa dari sel T yang “diprogram ulang” ini menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Ini biasanya merupakan respon imun yang sehat, tetapi jika pembengkakan berlanjut, hal ini dapat menyebabkan kerusakan seperti karakteristik pada MS.

Para ilmuwan menemukan bahwa secara dramatis menurunkan jumlah metionin dalam makanan tikus dengan MS yang diinduksi mengubah pemrograman ulang sel T mereka dan membatasi kemampuan sel untuk menyebabkan pembengkakan di otak dan sumsum tulang belakang. Hal ini menyebabkan melambatnya perkembangan penyakit.

Mengapa intervensi diet adalah kuncinya

“Temuan ini menyajikan dasar dari sebuah intervensi diet sebagai perawatan di masa depan untuk gangguan ini,” kata Jones.

“Dengan membatasi metionin dalam diet, Anda pada dasarnya mengeluarkan bahan bakar untuk sebuah respon inflamasi yang terlalu aktif tanpa mengorbankan sistem kekebalan tubuh lainnya.”- Russell Jones, Ph.D.

Namun, sebelum pedoman diet dapat ditetapkan, para peneliti harus membuktikan bahwa manusia juga mengalami efek ini.

Saat ini, tidak ada pemahaman komprehensif tentang penyebab MS, meskipun gen yang terkait dengan sistem kekebalan berperan, seperti halnya faktor lingkungan dan metabolisme, misalnya obesitas.

“Fakta bahwa faktor metabolisme seperti obesitas meningkatkan risiko pengembangan multiple sclerosis membuat ide intervensi diet untuk menenangkan sistem kekebalan tubuh sangat menarik,” kata salah satu penulis, Catherine Larochelle, Ph.D., dari University of Montreal, di Kanada.

Para peneliti juga akan menyelidiki kemungkinan menciptakan obat baru untuk menargetkan metabolisme metionin. Penelitian ini adalah yang terbaru untuk mengeksplorasi peran pembatasan metionin dalam pengobatan penyakit.

Pada 2019, sebuah studi dari Locasale Lab, di Duke University, di Durham, NC, menunjukkan bahwa efek dari kemoterapi dan radiasi untuk melawan kanker dapat ditingkatkan dengan mengurangi asupan metionin.

# Penyakit Multiple Sclerosis: Intervensi Diet Dapat Menenangkan Sistem Kekebalan Tubuh

  • 12
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.