Sang Tokoh Pendidik Itu Telah Pergi (Mengenang Almarhum Lambertus Tulen Hadjon)

Sang Tokoh Pendidik Itu Telah Pergi (Mengenang Almarhum Lambertus Tulen Hadjon)

Sang Tokoh Pendidik Itu Telah Pergi (Mengenang Almarhum Lambertus Tulen Hadjon)

Lambertus Tulen Hadjon

REINHA.com – Siapa yang tak kenal Lambertus Tulen Hadjon. Sosok putera Waibalun dengan segudang perjalanan panjang dan telah mencatatkan namanya di Bumi Lamaholot Flores Timur.

Kepergiannya kembali kehadirat Tuhan di Agustus 2026 seakan membangunkan ingatan kita tentang sosok yang di sebut memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan di Kabupaten Flores timur, Provinsi NTT.

Putera Waibalun kelahiran 7 November 1937 yang pernah menjabat wakil ketua DPRD Flotim periode 2001 – 2004 ternyata memiliki sederatan perjalanan panjang.

Merintis perjalanan hidupnya, Lambertus Tulen Hadjon memulainya dengan menempuh jenjang pendidikan Sekolah Desa di Waibalun ( 1943 -1946), Sekolah rakyat vervolg school di Larantuka (1946-1949), pendidikan di OVO Larantuka ( 1949-1950), Menempuh sekolah Guru SGB ( 1951-1953), Menempuh sekolah SGA di Ndao, Ende ( 1953-1956), Mengikuti kursus BI ilmu pendidikan di Ende (1957-1960).

Dikutip dari wikipedia, Lambertus Tulen Hadjon di tahun 1961-1962 pernah mengikuti pendidikan pada IKIP Malang cabang Ende walau akhirnya tidak bisa diselesaikan.

Dalam deretan jenjang pendidikan di zamannya, Almarhum Lambertus Tulen Hadjon telah membuktikan setiap jengkal perjuangannya untuk bisa menjadikan dirinya generasi yang siap mendedikasikan hidupnya bagi orang banyak.

Dan itu, beliau buktikan dengan membangun dunia pendidikan di Flotim. Dalam catatan profil pribadinya bisa dicermati , jika langkah membangun dunia pendidikan di Flores timur merupakan cita-cita besar seorang Lambertus Tulen Hadjon, yang terus beliau dedikasikan dalam hidupnya. Sekolah Menengah Atas Katolik(SMAK)
St. Ignasius merupakan catatan sejarah yang tidak bisa lepas dari dedikasi seorang Lambertus Tulen Hadjon.

Menjalani profesinya sebagai pendidik sejak tahun 1956 dari Ende hingga mengakirinya tahun 1982 di Larantuka, merupakan gambaran terbesar dalam sejarah hidupnya. Ditengah mengemban tugasnya sebagai GURU, almarhum Lambertus Tulen Hadjon bersama beberapa rekannya tercatat menjadi motor lahirnya Sekolah Menengah Atas Negeri I (SMAN I) Larantuka. SMAK St. Ignasius yang didirikan olehnya bersama rekan-rekannya merupakan karya terbesar dalam perjalanan hidupnya di dunia pendidikan. SMAK. St. Ignasius dalam catatannya berubah status menjadi SMAN 468 Larantuka dan kemudian berganti nama menjadi SMAN I Larantuka.

Perjalanan panjang yang tentu tak terlupakan untuk sebuah dedikasi besar di dunia pendidikan Flores Timur. Ayah dari 11 orang anak ini diusia senjanya terus mecatatkan dedikasinya bagi Flores timur.
Ditahun 2017, restunya mengantarkan salah seorang puteranya yang di daulat oleh rakyat menjadi Bupati Flores timur. Antonius Hubertus Gege Hadjon menjadi sejarah terakhir sang tokoh pendidik dalam dedikasi hidupnya untuk Flores timur yang masih beliau lihat dengan tatapan matanya.

Minggu 9 Agustus 2026, tokoh pendidik itu menghembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke 91 tahun. Sèlamat memasuki Yerusalem barumu. Jasamu jadi kenangan yang tak terlupakan. Semoga dedikasimu menjadikan memori bagi generasi untuk terus berjuang demi Flores Timur lebih baik dan lebih maju.

Oleh Mikael D. Balamaking
Jurnalis Tinggal di Larantuka.

# Sang Tokoh Pendidik Itu Telah Pergi (Mengenang Almarhum Lambertus Tulen Hadjon)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.