Suriah Anggap Serangan AS Pengecut Dan Mendesak Biden Tidak Gunakan Hukum Rimba

Suriah Anggap Serangan AS Pengecut Dan Mendesak Biden Tidak Gunakan Hukum Rimba

Joe Biden Presiden AS @REUTERS/Carlos Barria

REINHA.com – Suriah mengatakan serangan udara AS terhadap milisi yang didukung Iran di timur negara itu pada hari Jumat adalah tindakan pengecut dan mendesak Presiden Joe Biden untuk tidak menggunakan “hukum rimba.”

Seorang pejabat milisi Irak yang dekat dengan Iran mengatakan serangan itu menewaskan satu pejuang dan melukai empat lainnya. Para pejabat AS mengatakan mereka memiliki ruang terbatas dalam menjalankan pemerintahan Biden, bertindak tegas sambil mencoba menghindari eskalasi regional yang besar.

(Baca juga: Pentagon: Serangan AS Di Rusia Dengan Target Milisi Dukungan Iran Atas Persetujuan Biden)

Washington dan Teheran mencari pengaruh maksimum dalam upaya menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran yang dicapai pada 2015 tetapi ditinggalkan pada 2018 oleh Presiden Donald Trump saat itu, setelah ketegangan regional melonjak dan ketakutan akan konflik skala penuh tumbuh.

“Suriah mengutuk keras serangan pengecut AS di daerah-daerah di Deir al-Zor dekat perbatasan Suriah-Irak,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan.

“Itu (pemerintahan Biden) seharusnya berpegang pada legitimasi internasional, bukan pada hukum rimba seperti (dilakukan) pemerintahan sebelumnya.”

(Baca juga: Tingkatkan Ekonomi, KLHK Latih Masyarakat Kembangkan HHBK)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengutuk serangan AS, menyebutnya “agresi ilegal” dan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Anda tidak dapat bertindak dengan impunitas. Hati-hati,” kata Biden kepada wartawan di Texas ketika ditanya pesan apa yang dia kirim ke Iran dengan serangan itu.

Serangan udara, Jumat pagi waktu setempat, menargetkan fasilitas milisi di sisi Suriah di perbatasan Irak-Suriah, di mana kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran mengendalikan penyeberangan penting untuk senjata, personel, dan barang.

Pejabat Barat dan beberapa pejabat Irak menuduh kelompok-kelompok yang didukung Iran terlibat dalam serangan roket mematikan di situs dan personel AS di Irak selama sebulan terakhir.

(Baca juga: Bom Suriah, Israel Melanggar Hukum Internasional)

Rusia, sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, juga mengkritik serangan AS dan menyerukan “penghormatan tanpa syarat atas kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.”

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan serangan udara di Suriah dimaksudkan untuk mengirim pesan bahwa Biden akan bertindak untuk melindungi orang Amerika.

Tindakan AS di masa depan di kawasan itu akan bersifat musyawarah dan akan bertujuan untuk mengurangi ketegangan di Suriah, kata Psaki.

# Suriah Anggap Serangan AS Pengecut Dan Mendesak Biden Tidak Gunakan Hukum Rimba

  • 3
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.