Tumbuhkan Minat Terhadap Budaya Lokal, Anak Muda Lewotala Adakan Pelatihan Tarian Adat “Hama Ma”

REINHA.com – Kemdikbudristek dalam program Pendampingan Desa Budaya, melakukan workshop atau pelatihan tari berbasis tradisi ladang hama yang dikoordinator oleh Pendamping Desa Budaya Servianus Hide Sogen. Kegiatan Pelatihan Tarian Adat ini berlangsung dari tanggal 5 November sampai 10 November 2021.
Kegiatan yang akan dipentaskan oleh anak muda Lewotala, Desa Bantala ini, mendapat perhatian dan apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur Petrus Pemang Liku S. Sos, MT menyatakan apresiasinya atas inisiatif orang muda dalam menggelar kegiatan pemajuan kebudayaan.
Seniman budayawan Flores Timur, Silvester Petara Hurit memandang perlu adanya kerja gotong-royong kebudayaan. “Bahwa modal utama kegiatan bukan uang, melainkan solidaritas dan spirit gotong-royong dalam kerja-kerja kebudayaan” kata Silvester.
Pelatihan tarian adat “Hama Ma” di Desa Bantala, bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya lokal ditengah derasnya arus globalisasi dan menumbuh kembangkan minat dan kecintaan generasi milineal terhadap budayanya sendiri.
(Baca juga: Wakil Bupati Dan Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan Flores Timur Hadiri Pagelaran Tari Tradisi Di Pepak Geka)
Kepala Sekolaha SMPK St. Isidorus Lewotala, Frans Berek mengatakan kesenian dan kreativitas menjadi bagian penting dari pendidikan, oleh karena itu dirinya mendorong siswa-siswi untuk berlatih tarian tradisi.
Dalam masyarakat adat Lamaholot khusus masyarakat adat di Lewotala, Desa Bantala, tarian adat memiliki makna atau kisah yang menceritakan sebuah peristiwa atau tradisi leluhur, seperti kegiatan berladang, proses datangnya suku (clan) ke Lewotala, atau proses pembuatan Koke Bale (Rumah Adat).
Salah satu tokoh adat Lewotala, Yohanes Gowing Sogen menjelaskan bahwa sebuah tarian adat mengisahkan suatu kejadian, dimana untuk tarian adat Hama Ma menceritakan proses Ola Ma (berkebun) yaitu dari proses memetik padi sampai proses menyimpan padi di lumbung.
Selain tarian “Hama Ma”, di Lewotala juga ada beberapa jenis tarian adat. Tarian-tarian ini terbilang cukup unik karena menari dilakukan sambil menyanyi, seperti tarian Opak, Hode Ana dan Nama Nigi.
Kegiatan pelatihan Seni Tari Adat Hama Ma yang berlangsung di Kantor Desa Bantala ini, telah berlangsung selama tiga hari. Kegiatan melibatkan anak muda dan beberapa tokoh adat.
Ketua Karang Taruna Engelbertus Gae Hokor mengatakan bahwa walaupun dalam keterbatasan, anak muda Lewotala, tetap bertekad mewujudkan kegiatan-kegiatan yang mendorong kreativitas orang muda.
Hasilnya dari pelatihan akan digelar dalam Nubun Tawa oleh Karang Taruna Desa Bantala, SMPK St. Isidorus Lewotala didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, pada hari Rabu, 10 November 2021 pukul 18.00 WITA di Lapangan Voli SMPK St. Isidorus Lewotala. (ANS)
# Tumbuhkan Minat Terhadap Budaya Lokal, Anak Muda Lewotala Adakan Pelatihan Tarian Adat “Hama Ma”



