Kondisi Bangunan Kantor Kesbangpol Rapuh, Pemda Flotim Dinilai Kurang Responsif

REINHA.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Flores timur, kembali disoroti dengan kondisi beberapa bangunan kantor pemerintah yang jauh dari kelayakan untuk aktivitas pelayanan publik.
Pantauan media kondisi beberapa bangunan kantor pemerintah masih dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan dari segi estetika dan jaminan kinerja bagi pelayanan publik.
Semisal kantor Badan Kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Flotim yang berada di jalan Ile Napo no.5 , saat didatangi siang tadi, media menemukan gambaran ketidakpantasan bangunan dari segi estetika.
Kantor Kesbangpol Flotim dengan kondisi atap bocor dengan plafon yang terlepas dan lantai pecah di mana- mana. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesbanpol Flotim, Yitno Wada,SE,MSi yang di temui media (Selasa,15/7/2025) menuturkan keberadaan kondisi bangunan kantor yang beliau pimpin.
“Ini kondisi realnya” ucap Yitno Wada singkat
Kondisi kantor Badan Kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) diakui Yitno Wada, memang membutuhkan dukungan anggaran untuk renofasi bangunan dalam menjamin aktivitas pelayanan publik. Yitno Wada menuturkan bahwa pihaknya sudah memberikan usulkan namun belum direspons, sehingga sampai saat ini masih menggunakan fasilitas yang ada walaupun kondisinya memang tidak layak digunakan.
Terkait pernyataan warga akan banyaknya fasilitas kantor pemda Flotim yang rusak dan jauh dari perhatian untuk direnovasi, Yitno Wada bersepakat untuk adanya alokasi anggaran pemda untuk renovasi.
“Kondisi fasilitas kantor banyak yang perlu di renovasi dan butuh alokasi anggaran pemerintah namun pastinya kita selalu menyesuaikan dengan prioritas pemerintah saat ini”tutup Yitno Wada.
Minimnya respons Pemda Flotim terhadap kondisi bangunan Kantor yang rusak menjadi perhatian Simon Sanga Pain,SH. Terpisah Sanga Pain yang di konfirmasi media (Selasa,15/7/2025) menyampaikan harus ada perhatian khusus untuk pemeliharaan fasilitas bagunan pemerintah untuk menjamin kualitas pelayanan publik yang lebih baik.
“Soal kondisi bangunan pemerintah yang rusak dan tidak layak sebenarnya cukup banyak dan perlu perhatian khusus tim anggaran pemda Flotim”ujar Sanga Pain.
Kurang responsif pemda lanjut Sanga Pain, ada dalam presepsi ketika warga yang datang ke kantor pemerintah dan menyaksikan kondisi kantor rusak dengan reruntuhan plafon berserakan dimana mana. Ini secara estetika sangat tidak menarik, ujar Sanga Pain.
Dari sisi prioritas alokasi anggaran kata Sanga Pain, pasti dipahami adanya pertimbangan tim anggaran dari sisi urgensi kegitan tetapi juga penting jadi pertimbangan untuk tetap direnovasi untuk menghindari presepsi warga soal kurang responsifnya pemda Flotim akan kerusakan fasilitas pelayanan publik dalam hal ini kantor pemerintah tutup Sanga Pain.**(BM)
# Kondisi Bangunan Kantor Kesbangpol Rapuh, Pemda Flotim Dinilai Kurang Responsif



