Hancur Sebelum Diresmikan, Gempa Bongkar Rapuhnya Kualitas Bangunan Koperasi Merah Putih Di Ngada

Hancur Sebelum Diresmikan, Gempa Bongkar Rapuhnya Kualitas Bangunan Koperasi Merah Putih Di Ngada

Hancur Sebelum Diresmikan, Gempa Bongkar Rapuhnya Kualitas Bangunan Koperasi Merah Putih Di Ngada

Kopdes Merah Putih di Desa Sambinasi Riuang @Berguna

REINHA.com – Bangunan Koperasi Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), runtuh sebelum sempat diresmikan.

Bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah diterjang gempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah target pemerintah membangun 40.000 unit Kopdes Merah Putih hingga akhir 2026. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah bangunan koperasi yang pembangunannya belum mencapai 50 persen. Di Desa Sambinasi, bangunan yang belum rampung justru lebih dahulu roboh akibat gempa.

Gempa Disebut Bukan Satu-Satunya Faktor

Tim BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) yang melakukan asesmen di lokasi menemukan sejumlah kondisi konstruksi yang dinilai perlu mendapat perhatian.

Dalam hasil asesmen tersebut, tim menyebut adanya sambungan besi tulangan beton yang dinilai tidak saling mengikat. Selain itu, campuran semen dan bata disebut terlihat kurang padat, sementara pengerjaan konstruksi diduga dilakukan dengan terburu-buru.

Ketua Perkumpulan BERGUNA, Rofinus Monteiro, mengatakan gempa memang memberikan tekanan terhadap bangunan, tetapi menurutnya kualitas konstruksi juga perlu menjadi perhatian.

“Gempa Flores berdampak merata ke seluruh Pulau Flores. Tapi gempa hanya pemicu. Banyak bangunan rubuh karena memang dari awal konstruksinya tidak layak,” ujar Rofinus saat berada di lokasi.

Menurut Rofinus, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan fasilitas publik, terutama di wilayah yang memiliki risiko gempa seperti Pulau Flores.

Kejar Target, Jangan Abaikan Kualitas

BERGUNA menilai program pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan program strategis bagi masyarakat desa. Karena itu, percepatan pembangunan harus tetap disertai perencanaan dan pelaksanaan yang memenuhi standar keselamatan.

Ada tiga hal yang menjadi catatan BERGUNA.

  1. Perencanaan harus matang. Lakukan kajian tanah, struktur, dan risiko bencana sebelum pondasi pertama ditanam.
  2. Konstruksi harus berkualitas. Libatkan tukang dan pengawas yang paham standar bangunan tahan gempa. Jangan kompromi pada material.
  3. Pikirkan ketahanan gempa. Flores dilalui banyak patahan geologi. Gempa akan terus datang. Bangunan publik seperti koperasi wajib menjadi tempat paling aman, bukan paling rapuh.

“Jangan sampai koperasi yang dibangun untuk menyejahterakan, justru menambah beban karena harus dibangun ulang. Mari kita kejar target 40.000 unit, tapi pastikan setiap unitnya berdiri kokoh dan benar-benar berguna untuk warga,” tegas Rofinus.

Koperasi Harus Menjadi Rumah Ekonomi Warga

Runtuhnya bangunan Kopdes Merah Putih di Sambinasi menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik tidak cukup hanya mengejar jumlah dan target penyelesaian.

Koperasi yang dibangun untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa harus memiliki fondasi yang kuat, baik secara fisik maupun dalam pengelolaannya.

BERGUNA menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah, pendamping desa, dan masyarakat untuk mengawal pembangunan serta memastikan berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Koperasi adalah rumah bersama untuk kemandirian ekonomi desa. Rumah itu harus kuat, agar harapan di dalamnya tidak mudah runtuh.”***(JMW)

# Hancur Sebelum Diresmikan, Gempa Bongkar Rapuhnya Kualitas Bangunan Koperasi Merah Putih Di Ngada

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.