Putus Asa, Pengungsi Suriah Seret Istri Dan Anaknya Ke Rel Kereta
REINHA.com – Seorang pengungsi Suriah, Mohammad Bakkar, membawa istri yang sedang hamil dan anaknya yang baru berusia delapan bulan, Samiya dan Husam, untuk meninggalkan negara konflik. Namun mereka ditemukan petugas dan dipaksa untuk kembali ke kamp pengungsian. Putus asa dengan kondisi yang sulit, Bakkar nekat menyeret istri dan anaknya untuk bunuh diri bersama di rel kereta.
Seperti dilansir Sky News, 4 September 2015, Bakkar telah membawa keluarganya dari Suriah ke Hongaria. Saat itu mereka bertiga berada di kereta dari Budapest menuju Austria. Namun di tengah perjalanan mereka ditemukan oleh petugas, yang memang sedang mencari para pengungsi untuk dibawa ke kamp pengungsian terdekat.
Seorang pengungsi Suriah lain mengatakan bahwa kehebohan terjadi setelah polisi mengancam akan memisahkan Bakkar dengan istri dan anaknya jika ia tidak menurut untuk dibawa kembali ke kamp pengungsian.
Bakkar mengatakan kalau mereka lebih baik mati daripada harus kembali ke kamp pengungsian. Ia kemudian menarik istri dan anaknya, dan menjatuhkan diri mereka ke tengah rel. Bakkar memeluk istri dan anaknya erat-erat, menunggu kereta lewat untuk menghabisi nyawa mereka. (Lihat videonya di sini)
Apa yang dilakukan Bakkar membuat heboh stasiun yang berada di kota Bische itu. Para petugas berusaha memindahkan keluarga pengungsi itu menyingkir dari rel kereta. Tapi Bakkar tetap memeluk istri dan anaknya erat-erat, dan melawan untuk dipindahkan.
Petugas akhirnya menggotong Bakkar beramai-ramai, kemudian memborgolnya. Sementara istrinya, Samiya, menangis sambil memohon kepada petugas untuk tidak membawa mereka ke kamp pengungsian. Namun petugas tidak menggubris dan tetap membawa paksa mereka.
Kepada media, Bakkar mengatakan bahwa situasi di kamp pengungsian sangat buruk. Tidak ada pengobatan memadai, sementara kondisi kesehatan istrinya yang sedang hamil lima bulan, mulai memburuk. Seperti ribuan pengungsi lainnya, Bakkar melakukan perjalanan menuju Inggris, negara yang menjanjikan bantuan dan perlindungan kepada pengungsi Suriah. (rsn-reinha)



