Bunuh Burung Langka, Ilmuwan Amerika Dikecam
REINHA.com – Seorang ilmuwan asal Amerika, Dr. Chris Filardi, berhasil menemukan salah satu burung yang paling langka di dunia. Ia menangkap burung itu, mengambil fotonya, kemudian membunuh burung langka itu demi kepentingan penelitiannya. Tindakan ini dikecam banyak pihak, termasuk dari para ilmuwan lain, karena pembunuhan binatang langka itu melanggar moralitas.
Dr. Chris, yang juga merupakan direktur dari Pacific Programs at The Museum of Natural History, melacak keberadaan burung dari keluarga burung kingfisher bernama Guadalcanal di kepulauan Solomon. Bulan lalu ia berhasil menemukan spesies burung yang dikabarkan terancam punah tersebut.
Untuk pertama kalinya Guadalcanal berhasil ditemukan dan untuk pertama kalinya juga gambar burung berbulu biru dengan bulu di kepala berwarna kuning keemasan itu berhasil diabadikan. Namun sangat disayangkan, setelah Dr. Chris mengagumi kecantikan burung itu, ia kemudian menyembelihnya burung jantan itu untuk digunakan sebagai penelitian.
Seperti dilansir Dailymail, 10 Oktober 2016, keputusan Dr. Chris untuk membunuh burung itu telah membuat para ilmuan dari komunitas ilmiah mengecam tindakannya. Dr. Chris dianggap telah melanggar moralitas dengan membunuh binatang langka hanya untuk kepentingan penelitian.
Namun Dr. Chris tetap membela keputusannya itu. Ia berpendapat bahwa dengan mempelajari burung dalam kondisi mati, bisa memberikan pengetahuan ilmiah yang luas dan bisa melindungi habitat burung langka tersebut di tahun-tahun mendatang.
Dr. Chris juga beralasan bahwa burung yang dianggap salah satu yang paling langka di dunia itu, tidak dianggap demikian di kepulauan Solomon. Dr. Chris mengatakan bahwa burung itu merupakan burung yang populasinya cukup banyak di kepulauan Solomon. (rsn-reinha)



