Terdampar Di Pulau Kecil, Pria Ini Dituduh Memakan Temannya

Terdampar Di Pulau Kecil, Pria Ini Dituduh Memakan Temannya

Terdampar Di Pulau Kecil, Pria Ini Dituduh Memakan Temannya

REINHA.com – Castaway Salvador Alvarenga, 36 tahun, dituduh telah memakan temannya sendiri, Ezequiel Cordoba, 22 tahun, ditengah kelaparan. Kedua nelayan itu diterjang badai saat menangkap ikan dan terdampar di sebuah pulau kecil di Kepulauan Marshall, Samudera Pasifik pada bulan Januari 2014.

Alvarenga dan Cordoba menaiki perahu kecil dan menangkap ikan di sekitar pantai Meksiko. Namun badai besar menghempas perahu mereka hingga 6.700 mil jauhnya dari pantai Meksiko. Mereka kemudian terdampar di pulau kecil di Kepulauan Marshall.

Alvarenga ditemukan oleh pelaut lain yang melewati pulau tersebut setelah 15 bulan kemudian. Pria itu terlihat segar dan kuat, pemeriksaan medis pun menyatakan bahwa ia dalam kondisi yang sangat sehat. Sementara itu, Alvarenga mengatakan bahwa Cordoba telah mati kelaparan dan mayatnya dihanyutkan ke laut.

Alvarenga menceritakan bagaimana ia dan Cordoba berusaha bertahan hidup dengan meminum urin dan darah penyu, mereka memakan ikan dan burung yang ditangkap dengan tangan.

Namun akhirnya Cordoba tidak sanggup bertahan hidup, ia mati kelaparan. Alvarenga meletakkan mayat Cordoba di dalam perahu selama enam hari sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membuang mayat itu ke laut.

Terdampar Di Pulau Kecil, Pria Ini Dituduh Memakan Temannya

Keluarga dari Cordoba mengaku tidak percaya cerita Alvarenga, mereka yakin Alvarenga telah memakan Cordoba demi bertahan hidup. Mereka menuntut kompensasi sebesar satu juta dolar atas tuduhan tindakan kanibalisme yang dilakukan Alvarenga terhadap Cordoba.

Gugatan itu diluncurkan hanya beberapa hari setelah Alvarenga menerbitkan buku tentang pengalaman hidupnya selama terdampar di pulau tersebut. Ricardo Cucalon, pengacara Alvarenga, percaya bahwa ini adalah tekanan dari keluarga Cordoba demi mendapat bagian dari royalti buku tersebut.

“Saya percaya bahwa tuntutan ini adalah bagian dari tekanan keluarga ini agar klien saya membagi hasil royalti dari bukunya. Banyak yang percaya buku ini membuat klien saya kaya raya, tapi sebenarnya yang dia dapatkan jauh lebih sedikit dari apa yang dipikirkan banyak orang” ucap Cucalon, seperti dilansir Dailymail, 15 Desember 2015.

Lalu bagaimana Alvarengo bertahan hidup dengan kondisi yang sangat sehat setelah terdampar 15 bulan? Alvarengo mengatakan bahwa ia terus berdoa kepada Tuhan, ia selalu memiliki iman pada Tuhan bahwa ia akan tetap hidup.

Alvarengo menceritakan ketika ia sangat kelaparan, ia mulai mengambil ubur-ubur dari dalam air, menyendoki mereka dengan tangan dan menelan mereka hidup-hidup. Memakan ubur-ubur membuat tenggorokannya terasa terbakar, tapi itu tidak lebih buruk daripada kelaparan. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.