Penelitian: Pria Kaya Hidup 8 Tahun Lebih Lama

Penelitian: Pria Kaya Hidup 8 Tahun Lebih Lama

Penelitian: Pria Kaya Hidup 8 Tahun Lebih Lama

REINHA.com – Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Inggris berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan perbedaan rata-rata usia antara pria dengan tingkat sosial yang tinggi dan pria dengan tingkat sosial yang rendah. Menurut hasil penelitian tersebut, usia rata-rata pria kaya lebih lama hingga 8 tahun jika dibandingkan dengan pria miskin.

Seperti dilansir Dailymail, 26 Desember 2015, para ilmuwan yang berbasis di University College London melakukan penelitian terhadap koresponden yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama merupakan para pria dengan penghasilan kurang dari 6.000 poundsterling pertahun, sedangkan kelompok kedua dengan penghasilan lebih dari 30.000 poundsterling pertahun.

Kelompok pertama merupakan para pria dari latar belakang keluarga yang miskin, mereka tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Sedangkan kelompok kedua berasal dari latar belakang keluarga yang kaya, dan memiliki pendidikan yang tinggi. Kekayaan dan pendidikan ternyata memiliki hubungan dengan kadar hormon seorang pria.

Berdasarkan penelitian tersebut telah ditemukan bahwa para pria miskin, ternyata memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Testosteron yang rendah dikaitkan dengan depresi, osteoporosis, kegemukan, dan menurunnya masa otot.

Sedangkan rendahnya pendidikan membuat pria miskin memiliki kadar kortisol yang juga lebih rendah. Kortisol yang rendah dikaitkan dengan rasa sakit, mudah depresi, insomnia, dan jantung berdebar. Kortisol juga menyebabkan tubuh kehabisan protein IGF (faktor pertumbuhan seperti insulin), yang akan meningkatkan risiko kanker dan penurunan kemampuan mental.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para ilmuwan mengumumkan bahwa dengan kadar hormon testosteron dan kortisol yang rendah, rata-rata usia pria kaya lebih lama 8 tahun jika dibandingkan dengan pria miskin. Karena keseimbangan kadar hormon sangat penting untuk menjaga tubuh lebih sehat.

“Hormon-hormon ini diduga bekerja sama untuk memastikan perkembangan yang sehat dan juga memiliki banyak peran yang berbeda dalam mengatur kesehatan di usia yang lebih tua. Perbedaan kadar hormon antara pria kaya dan pria miskin mungkin memainkan peran dalam menjelaskan kesenjangan sosial dalam segi kesehatan dan usia” ucap Profesor Diana Kuh dari Unit Medical Research Council for Lifelong Health and Ageing, University College London. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.