Kentang Ternyata Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

Kentang Ternyata Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

Kentang Ternyata Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

REINHA.com – Bagi mereka yang menjalani program diet, tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk mengganti asupan karbohidrat, seperti nasi putih, dengan kentang rebus. Kentang dianggap memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik dengan kadar gula yang lebih rendah. Namun penelitian terbaru malah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kentang secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes.

Kentang goreng dan keripik kentang sudah dikenal sebagai makanan yang sangat buruk bagi pelaku diet. Karena itu banyak orang memilih penyajian dengan cara dipanggang, direbus atau ditumbuk. Tapi ternyata meskipun cara penyajian itu jauh lebih baik daripada digoreng, para peneliti mengatakan itu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 33 persen.

Dr. Isao Muraki, peneliti dari Osaka Center for Cancer and Cardiovascular Disease Prevention, mengatakan bahwa mengkonsumsi tujuh porsi kentang atau lebih selama seminggu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 33 persen. Sebaliknya risiko penyakit ini dapat diturunkan dengan mengganti konsumsi kentang dengan biji-bijian seperti beras, quinoa, gandum dan jagung.

“Kentang mengandung sejumlah besar pati dan jumlah yang relatif kecil dari serat, vitamin, mineral dan polifenol (senyawa kimia pelawan penyakit yang ditemukan dalam buah dan sayur). Rendahnya kualitas dan kuantitas karbohidrat pada kentang dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari diabetes tipe 2. Dan ketika kentang disajikan panas, pati menjadi lebih mudah dicerna dan meningkatkan kadar glukosa darah lebih cepat” ucap Dr. Isao.

Dalam panduan pangan nasional AS, oleh Institute of Medicine, kentang dianggap sebagai ‘sayuran sehat’. Sedangkan oleh The Eatwell Plate, Inggris, kentang terdaftar sebagai jenis makanan sereal. Keduanya pada awal studi menilai bahwa kentang tidak memiliki keterlibatan dengan diabetes, penyakit jantung dan stroke, atau kanker.

Namun Dr. Isao dan timnya telah melakukan penelitian selama empat tahun untuk masalah ini dan menemukan hasil yang berbeda. Mereka menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi lebih banyak kentang, meski tidak digoreng atau diolah menjadi keripik, tetap memiliki risiko yang signifikan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Untuk pencegahan, mereka menyarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi biji-bijian, sayur dan buah. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.