Harga Minyak Merosot, Shell PHK 10.000 Karyawan
REINHA.com – Royal Dutch Shell, salah satu perusahaan bahan bakar minyak raksasa di dunia, mengalami penurunan laba tahunan hingga lebih dari $ 17 Miliar setelah pajak. Penurunan yang disebabkan merosotnya harga minyak dunia di tahun 2015, akan berdampak buruk bagi banyak karyawan. Kabarnya Shell akan mem-PHK sebanyak 10.000 orang karyawannya.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan minyak dan gas yang berpusat di Belanda ini melaporkan laba setelah pajak pada tahun 2015 sebanyak $ 2,7 Miliar. Angka tersebut menurun drastis sebanyak 87 persen jika dibandingkan dengan laba setelah pajak tahun sebelumnya yang mencapai $ 20,9 Miliar.
Pencapaian yang sangat rendah ini dianggap sebagai laba tahunan terendah perusahaan dalam setidaknya 13 tahun terakhir. Kepala eksekutif perusahaan, Ben van Beurden, mengungkapkan bahwa Shell ajab demerger dengan saingannya yang berskala lebih kecil, BG Group.
“Seperti yang kita tunjukan sebelumnya, [perubahan] akan mencakup pengurangan karyawan sekitar 10.000 orang dari kedua perusahaan Shell dan BG Group” ucap Ben, seperti dilansir BBC, 4 Februari 2016.
Ben juga mengatakan bahwa pemegang saham dari pihak Shell dan BG Group telah memberikan suara untuk mendukung merger. Namun Shell bertekad akan terus mengelola biaya-biaya sebaik mungkin di tengah merosotnya harga minyak dunia.
“Menanggapi penurunan harga minyak, kami membuat perubahan substansial dalam perusahaan dengan mengurangi biaya dan investasi modal, seperti yang sedang kita fokuskan di Shell” tambah Ben dalam pernyataan itu. (rsn-reinha)




