Suster Cecilia Tersenyum Saat Kematian Datang Menjemput

Suster Cecilia Tersenyum Saat Kematian Datang Menjemput

Suster Cecilia Tersenyum Saat Kematian Datang Menjemput

REINHA.com – Siapakah yang tersenyum seperti ini ketika kematian datang menjemput? Akhir pekan ini ribuan pembaca tersentuh oleh gambar seorang biarawati Karmelit muda, dimana wajahnya memancarkan damai dan sukacita saat ia mendekati kematiannya. Dia adalah suster Cecilia, seorang Karmelit dari Santa Fe di Argentina, dia menderita kanker paru-paru.

Kisah ini dimuat dalam Aleteia, diambil dari halaman Facebook Curia General de los Carmelitas Descalzos, yang kemudian memberikan izin kepada Aleteia untuk menceritakan kisah inspiratif dari wajah sukacita Suster Cecilia dalam menghadapi penderitaannya.

Karmelit dari Santa Fe mengumumkan kematian suster Cecilia kepada saudara-saudaranya dan teman-teman dari Karmel, dengan catatan singkat namun mendalam.

“Dia berbaring lembut di dalam Tuhan, setelah melewati penderitaanya dengan suka cita, dan menyerah kepada Ilahi”

Suster Cecilia Tersenyum Saat Kematian Datang Menjemput

Foto yang beredar di internet tersebut bernilai seribu kata, namun itu hanyalah sebagian cerita. Bagi mereka yang berada disampingnya, sukacita dan damai terlihat jelas bersinar di wajahnya.

Berita memburuknya kesehatan suster cecilia menyebar cepat melalui media sosial WhatsApp. Bahkan Paus Fransiskus mengikuti situasinya. Suster Cecilia Maria tahu tentang doa dari semua orang.

Meskipun menanggung penyakit yang dia derita, dia tidak kehilangan kegembiraannya. Dia didukung oleh sejumlah anggota keluarga yang tetap selalu berada di dekatnya. Keponakannya berkumpul di taman luar rumah sakit tempat dia dirawat selama beberapa minggu, mengirim pesan dengan balon helium untuk mengalihkan perhatian dan menghibur dia dari jendela.

Suster Cecilia tetap berpikir jernih dalam sakitnya. Meskipun dia tidak bisa berbicara selama bulan-bulan, gerakan yang lemah pada setiap Misa memberikan bukti perhatian dan semangat nya. Ketika doa-doa umat beriman ditujukan untuk dirinya, ekspresinya menunjukkan rasa terima kasih.

Mereka melihatnya berbicara dengan wajahnya menunjukkan kedamaian dan sukacita, sebagai seseorang yang menunggu pertemuan dengan Dia yang telah memberikan hidupnya, Tuhan kita Yesus Kristus.

“Saya sangat puas,” tulis Suster Cecilia Maria pada bulan Mei, “heran dengan kerja Allah melalui penderitaan, dan dengan begitu banyak orang yang mendoakan saya.”

Bahkan Paus Francis menguatkannya dalam doa yang dikirim melalui pesan suara.

Beberapa jam sebelum meninggal suster Cecilia menerima Komuni, dia tersenyum saat kematiannya tiba.

Dia berbaring lembut di dalam Tuhan, setelah melewati penderitaanya dengan suka cita, dan menyerah kepada Ilahi” adik-adiknya di Karmelit Santa Fe mengatakan saat mengumumkan kematiannya.(jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.