Penjara Penyihir Ditemukan Di Gereja Tua Skotlandia

Penjara Penyihir Ditemukan Di Gereja Tua Skotlandia

Penjara Penyihir Ditemukan Di Gereja Tua Skotlandia

REINHA.com – Sejarawan telah menemukan sebuah kapel kecil di Gereja St Nicholas, Aberdeen, Skotlandia, yang ternyata merupakan penjara khusus penyihir di abad ke-15. Kapel bernama Kapel St Mary yang dibangun pada tahun 1400-an itu pernah digunakan untuk menyiksa dan mengeksekusi orang-orang yang diduga sebagai penyihir.

Sejarawan telah menemukan bukti-bukti dari arsip lama kota Arberdeen yang menunjukkan bahwa Kapel St Mary digunakan sebagai penjara untuk tersangka pelaku ilmu hitam atau penyihir.

Di lokasi ini orang-orang yang dianggap sebagai penyihir diikat dengan rantai logam, dicekik, disiksa, sebelum akhirnya dieksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup.

Seperti dilansir Dailymail, 22 Juli 2016, dalam salah satu catatan diungkapkan bahwa pada tahun 1597 sebanyak 23 orang wanita dan satu orang pria diadili dan dieksekusi karena dicurigai sebagai penyihir.

Dr Arthur Winfield, yang memimpin proyek penelitian ini, mengatakan sulit untuk membayangkan kapel di masa lalu yang gelap ketika berdiri di kapel itu sekarang. Di kapel banyak cincin sebesar dua inci menempel di dinding, siapa yang menyangka jika cincin itu berfungsi lebih dari hiasan dinding.

“Saya cukup skeptis bahwa cincin itu sesuatu yang lebih dari sepotong logam di dinding. Ini terlihat sangat tidak signifikan. Tapi arsip kota menunjukkan dalam beberapa detail bahwa cincin ini dipasang khusus untuk menahan orang-orang yang telah dituduh melakukan sihir. Ini adalah tempat terakhir orang-orang itu hidup sebelum mereka dibawa dibunuh dan tubuh mereka dibakar” ucap Winfield.

Gereja St Nicholas dibangun di atas sebuah bukit di luar tembok kota Aberdeen dan diperkirakan telah ada sebelum tahun 1100. Menurut catatan dokumen kepausan, gereja tersebut terdaftar di tahun 1157.

Pada tahun 1400-an gereja diperbesar dan ditingkatkan. Saat itulah Kapel St Mary dibangun dengan fungsi awal sebagai tempat berdoa khusus jemaat perempuan. Namun setelah reformasi, Kapel St Mary berubah fungsi bersamaan dengan maraknya perburuan orang-orang yang dituduh sebagai penyihir. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.