5 Fakta Tentang Buddhisme Yang Perlu Anda Tahu

5 Fakta Tentang Buddhisme Yang Perlu Anda Tahu

5 Fakta Tentang Buddhisme Yang Perlu Anda Tahu

REINHA.com – Agama Buddha atau Buddhisme telah berumur lebih dari 2.500 tahun, tidak heran jika agama ini banyak berpadu dengan budaya negara tertentu. Seperti di Indonesia, Buddhisme banyak berpadu dengan budaya Tionghoa, sehingga terkadang orang awam tidak dapat melihat Buddhisme yang sebenarnya. Berikut 5 fakta tentang Buddhisme yang perlu Anda ketahui.

1. Buddha Tidak Gemuk

Di beberapa negara di Asia mudah ditemui arca Buddha yang bertubuh gemuk dengan wajah tertawa. Pertanyaannya adalah, jika Buddha menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermeditasi, membatasi makan dengan berpuasa atau menjadi vegetarian, dan melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki, bagaimana bisa beliau menjadi gemuk? Jawabannya, beliau tidak akan gemuk.

Gagasan bahwa Buddha digambarkan sebagai seorang biksu yang gemuk sebenarnya adalah sebuah mitos yang sempurna. Tidak hanya itu, bahkan Buddha yang gemuk itu bukan orang yang sama dengan Buddha yang membawa ajaran Buddhisme.

Buddha bertubuh gemuk yang seringkali juga dikenal dengan sebutan Buddha Gembira, berasal dari China. Beliau merupakan seorang biksu zen bernama Budai yang hidup di tahun 900-an, dan dianggap sebagai orang suci. Dia tinggal di sebuah biara dan makan dengan lahap berkat persembahan dari penduduk kota.

2. Dalai Lama Hanya Milik Tibet

Banyak orang berpikir bahwa Dalai Lama adalah “Paus” milik semua penganut Buddhisme, itu tidaklah benar. Dalai Lama adalah pemimpin Tibet.

Tibet memiliki bentuk pemerintahan yang sangat unik selama ribuan tahun. Pada dasarnya, ketika pemimpin spiritual mereka meninggal, mereka akan pergi keluar dan mencoba untuk menemukan reinkarnasinya, sehingga ia bisa terus membimbing bangsanya.

Ini agaknya seperti memiliki seorang pemimpin yang kekal. Hanya saja mungkin kini Dalai Lama menjadi pemimpin yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Ini seperti jika kita pergi keluar dan mencoba untuk menemukan reinkarnasi dari orang-orang yang menandatangani konstitusi, dan menempatkan mereka kembali ke pemerintahan, lagi dan lagi.

3. Buddha Hanya Gelar

Buddha bukanlah nama dari seorang guru spiritual sebagaimana Yesus atau Nabi Muhammad, Buddha adalah gelar bagi manusia yang telah mencapai pencerahan.

Buddha yang dikenal dalam Buddhisme memiliki nama asli Siddhartha Gautama. Siddhartha lahir sebagai seorang pangeran dan meninggalkan kekayaan duniawi untuk menyelamatkan umat manusia dari penderitaan.

Setelah ia mencapai pencerahan inilah kemudian ia dikenal sebagai “yang tercerahkan”, atau dalam bahasa Sansekerta disebut “Buddha”. Siapapun yang mencapai pencerahan dapat disebut sebagai Buddha, bukan hanya Siddhartha.

4. Buddhisme Hampir Gagal Berkembang Di India

Buddhisme berawal di India, namun tampaknya Buddhisme kesulitan untuk berkembang di negara ini. Mayoritas penduduk India memeluk agama Hindu, sehingga oleh umat Hindu, Buddha dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu dan ajaran Buddha diserap ke ajaran mereka.

Hal ini membuat Buddhisme mengalami kesulitan untuk berkembang di negara asalnya sendiri. Namun Buddhisme berkembang pesat di China, Jepang, dan Tibet.

5. Kuil Buddha Bukan Benar-benar Kuil

Tidak seperti kuil Hindu yang didatangi umatnya untuk berdoa, Kuil Buddha hanyalah tempat di mana orang-orang datang untuk mempelajari ajaran dan bermeditasi. Tentu saja ada doa-doa dan nyanyian semacam pujian, tapi aspek terpenting dalam pusat agama Buddha adalah memberikan ruang praktisi bagi umat yang mencari pencerahan, bukan untuk berdoa. (e-buddhism/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.