
Mahasiswa AS Yang Hilang Ditemukan Sebagai Guru Bahasa Inggris Kim Jong Un
REINHA.com – Seorang mahasiswa asal Amerika Serikat, David Sneddon, hilang saat mengunjungi China pada tahun 2004. David tidak pernah ditemukan lagi, hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia. Namun kini David dikabarkan tinggal di Korea Utara sebagai guru bahasa Inggris dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
David terakhir kali terlihat keluar dari sebuah restoran Korea di Shangri-La pada tanggal 14 Agustus 2004. Dia dilaporkan hilang pada 26 Agustus, ketika ia tidak muncul di bandara di Seoul, Korea Selatan, di mana seharusnya ia bertemu dengan kakaknya.
Seperti dilansir Dailymail, 1 September 2016, polisi China mengatakan bahwa David kemungkinan meninggal saat mendaki di Tiger Leaping Gorge, sebuah ngarai di Yunnan Jinsha River yang sangat populer dan banyak dikunjungi turis. Namun tubuh David tidak pernah ditemukan.
Setelah 12 tahun dinyatakan hilang, Choi Sung Yong, kepala dari South Korea’s Abductees’ Family Union, melaporkan bahwa David diculik oleh anak buah Kim Jong Un untuk dijadikan guru bahasa Inggris Kim Jong Un.
Choi mengatakan bahwa hingga saat ini David tinggal di Pyongyang, Korea Utara, berprofesi sebagai pengajar bahasa Inggris untuk anak-anak. Ia juga telah memiliki seorang istri dan dua orang anak.
Tentu ini merupakan kabar mengejutkan bagi kedua orang tua David, Roy dan Kathleen Sneddon. Orang tua David selama ini selalu meragukan berita tewasnya anak mereka. “Kami yakin dalam hati kami bahwa ia masih hidup, jadi kami terus berharap” ucap Kathleen.
David bukan orang pertama yang diyakini telah diculik oleh pemerintah Korea Utara. Menurut pemerintah Jepang, setidaknya ada 17 warga Jepang yang hilang sejak tahun 1977 hingga tahun 1983. Mereka berusia sekitar 20 tahun, yang termuda berusia 13 tahun. Mereka diyakini diculik untuk dijadikan guru bahasa Jepang, atau dijadikan istri. (rsn-reinha)


