
Perang Besar Melawan ISIS, Warga Mosul Kehabisan Air Dan Makanan
REINHA.com – Serangan besar-besaran melawan Negara Islam (IS/ISIS), yang dipimpin oleh tentara Irak telah berlangsung selama enam minggu. Akibat perang tersebut warga Mosul mendapatkan ancaman pembunuhan dari militan ISIS jika pergi dari Mosul. Mereka terisolasi di kota dengan jumlah persediaan makanan yang menipis dan kehabisan air.
PBB telah mendengar alarm atas situasi kemanusiaan mengerikan dan kekejaman teroris yang diderita oleh warga Mosul. Sebanyak 650.000 orang, atau sekitar 40 persen dari penduduk kota, kehabisan pasokan air setelah pipa air hancur dalam pertempuran. Persediaan makanan juga terus berkurang.
“Situasi di timur kota Mosul dekat ke garis depan penuh dengan bahaya bagi warga sipil. Mortir dan tembakan terus mengakhiri kehidupan yang ada. Persediaan makanan sangat terbatas dan kehabisan air, dilaporkan bahwa terjadi kerawanan pangan di kota tersebut” ucap perwakilan dari kantor koordinator kemanusiaan PBB, Rabu kemarin.
Sementara itu, IS dilaporkan melakukan eksekusi publik brutal untuk mencegah warga sipil putus asa agar tidak berusaha menyelamatkan diri dari medan perang.
“Kami terus menerima laporan pelanggaran berat hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan internasional yang dilakukan para militan ISIS di Mosul dan sekitarnya” ucap Ravina Shamdasani, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, saat press briefing di Jenewa.
Militan ISIS dilaporkan telah mengeksekusi 27 warga sipil di Taman Muhandiseen, Mosul, pekan lalu. Komisaris Tinggi Deputi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Kate Gilmore, mengatakan bahwa warga yang dieksekusi adalah mereka yang dicurigai bekerja sama dengan militer Irak.
Pada tanggal 11 November, ISIS juga dilaporkan menembak dan menewaskan 12 warga sipil di lingkungan Bakir di kota Mosul timur. 12 warga dibunuh karena diduga menolak untuk mengizinkan ISIS menginstal dan meluncurkan roket dari atap rumah mereka.
Ada juga laporan bahwa teroris telah menculik ratusan orang yang diduga membocorkan informasi kepada Pasukan Keamanan Irak dan memindahkan mereka ke lokasi lain. Nasib mereka masih belum diketahui. (rt/rsn-reinha)


