
Teroris Serang Masjid Di Quebec, Kanada, 6 Orang Tewas
REINHA.com – Sekelompok orang bersenjata melepaskan tembakan brutal di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada, pada hari Minggu malam, 29 Januari 2017, waktu setempat. Setidaknya 6 orang yang tidak bersalah tewas dalam serangan tersebut, sementara beberapa orang lainnya menderita luka parah.
Serangan terjadi di Centre Culturel Islamique de Quebec (Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec) yang bertempat di Sainte-Foy Street, Quebec. Seperti dikutip Reuters, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyebut penembakan tersebut sebagai ‘Serangan Teroris terhadap Muslim’.
Sejauh ini, dua tersangka telah ditangkap. Namun polisi belum memberikan rincian lebih lanjut tentang ciri-ciri penyerang atau apa yang mendorong terjadinya serangan. Juru bicara polisi mengatakan bahwa saat ini polisi masih menyelidiki serangan tersebut.
Seorang saksi, yang menolak untuk menyebutkan namanya, mengatakan kepada media bahwa salah satu penyerang berteriak “Allahu Akbar” sambil melepaskan tembakan.
“Satu orang mulai menembak. Begitu ia melepaskan tembakan ia berteriak, ‘Allahu akbar!’. Peluru mengenai orang-orang di dalam masjid. Orang-orang itu kehilangan nyawa mereka saat sedang berdoa. Sementara saya sendiri, peluru melewati kepala saya” ucap saksi tersebut.
Saksi juga menambahkan bahwa penyerang berbicara dengan aksen Quebec yang sangat baik.
Media lokal melaporkan bahwa salah satu penembak menggunakan senapan serbu AK-47. Salah satu diperkirakan berusia 27 tahun. Menurut beberapa saksi, penyerang setidaknya ada tiga orang.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengutuk penembakan sebagai “serangan pengecut.” “Malam ini, Kanada berduka untuk mereka yang tewas dalam serangan pengecut di sebuah masjid di Kota Quebec. Saya turut berduka untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan” tulis Trudeau dalam tweet-nya. (rt/rsn-reinha)


