
Dukun Peru Lakukan Ritual Untuk Perdamaian AS Dan Korut
REINHA.com – Empat orang dukun asal di Peru berkumpul di dekat kota Lima pada hari Senin lalu untuk melakukan sebuah ritual khusus. Ritual tersebut dirancang untuk membantu meredakan ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
Mereka menggunakan foto Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un. Di atas kedua foto tersebut diletakkan daun-daun. Untuk memberikan energi positif kepada kedua pemimpin tersebut, mereka menggerakan tengkorak dan meniup asap di atas foto-foto tersebut.
“Kami datang untuk melakukan ritual khusus untuk perdamaian antara Amerika Serikat dan Korea Utara, karena mereka menggunakan semua senjata modern terbaik. Tapi dunia menyerukan perdamaian, mengharapkan tidak ada konflik, perang, kehancuran dan pembantaian” ucap salah seorang dukun, Juan Osco, dikutip oleh kantor berita Ruptly.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di dunia maya, di ritual tersebut juga terlihat foto dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Walaupun begitu, kehadiran foto dua pemimpin tersebut tidak terlalu jelas tujuannya.
Uji coba rudal balistik Pyongyang telah menimbulkan kekhawatiran serius di antara AS dan sekutu-sekutunya, membuat ketegangan meningkat di Semenanjung Korea. Pada akhir Mei, Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak pendek yang mendarat di Laut Jepang, sekitar 300 kilometer dari pantai Jepang.
Juga pada bulan Mei, Pyongyang mengatakan bahwa mereka telah berhasil menguji rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2, setelah sebuah proyektil terdeteksi mendarat di perairan internasional di lepas pantai timur Jepang. Pemimpin Korea Utara Kim secara pribadi mengawasi uji coba rudal baru tersebut.
Gedung Putih berulang kali meminta Korea Utara untuk meninggalkan program nuklir dan misilnya. Pada bulan Maret, Presiden Trump menuduh Korea Utara “berperilaku sangat buruk” dan “bermain” di AS selama bertahun-tahun.
Pada hari Senin, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyatakan bahwa “ancaman paling mendesak dan berbahaya bagi perdamaian dan keamanan adalah Korea Utara” dan bahwa program nuklirnya “sangat membahayakan bagi semua orang”. (rt/rsn-reinha)


