
Anak Ini Miliki IQ Lebih Tinggi Dari Stephen Hawking
REINHA.com – Tolak ukur ‘Jenius’ pada seseorang ditetapkan dengan hasil tes IQ sebesar 140. Namun seorang anak laki-laki asal India memiliki IQ sebesar 162, dua poin lebih tinggi dari Albert Einstein dan Stephen Hawking yang memiliki IQ sebesar 160.
Arnav Sharma, 10 tahun, menjalani tes Mensa di Inggris yang sangat sulit dengan mendapatkan skor 162. Skor Sarma dua poin lebih tinggi dari dua orang paling jenius yang pernah ada, yaitu fisikawan astronomi asal Jerman, Albert Einstein, dan ahli kosmologi, Stephen Hawking.
Menurut media Independent, Sharma tidak melakukan persiapan apapun dan belum pernah melihat seperti apa tes yang akan dijalaninya.
“Tes Mensa cukup keras dan tidak banyak orang yang mampu melewatinya, jadi saya tidak berharap bisa melewatinya. Ada sekitar tujuh atau delapan orang di sana. Beberapa masih anak-anak tapi sisanya orang dewasa” ucap Sharma saat diwawancarai Independent.
“Saya sama sekali tidak ada persiapan sebelum mengikuti tes Mensa. Butuh sekitar 2,5 jam untuk menjalani tes tersebut. Ada pertanyaan non verbal dan pertanyaan verbal. Itu tidak sulit tapi saya harus menjawab beberapa pertanyaan karena tidak ada banyak waktu” lanjut Sharma.
Ibu Sharma, Meesha Dhamija Sharma, mengatakan bahwa pada usia 2 setengah tahun ia menyadari kemampuan matematis yang dimiliki anaknya. “Dia menghitung sampai lebih dari 100. Saat itulah saya berhenti mengajarinya karena saya tahu tidak ada akhir dari angka yang dipelajarinya” ucap Ibu Sharma.
Mensa adalah salah satu klub paling eksklusif di dunia, dengan anggota yang hanya dapat bergabung jika hasil tes IQ mereka berada di angka dua persen tertinggi. Saat ini ada 20.000 anggota di Mensa dan hanya 1.500 yang berusia di bawah 18 tahun.
Mensa didirikan pada tahun 1946 di Oxford oleh Lancelot Lionel Ware, seorang ilmuwan dan pengacara, dan Roland Berrill, seorang pengacara Australia, namun organisasi tersebut kemudian menyebar ke seluruh dunia. Misinya adalah untuk “mengidentifikasi dan menumbuhkan kecerdasan manusia untuk kepentingan kemanusiaan”. (rt/rsn-reinha)


