
22,5 % Penduduk Jerman Berlatar Belakang Migran
REINHA.com – Kantor Statistik Federal Jerman mengungkapkan bahwa penduduk Jerman dengan latar belakang migran telah mencapai rekor baru yang cukup mengejutkan. Disebutkan bahwa pada tahun 2016, 22,5 % penduduk Jerman atau sekitar 18,6 juta penduduk memiliki latar belakang migran.
Jumlah populasi dengan latar belakang migran generasi pertama atau kedua tersebut mengalami kenaikan sebanyak 8,5 % jika dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya. Ini merupakam kenaikan tertinggi sejak rekaman statistik dimulai pada tahun 2005.
Kenaikan tersebut diyakini disebabkan oleh kebangkitan tahun-tahun kebijakan yang disebut Angela Door atau ‘open door migrant’. Negara yang ‘welcome’ terhadap migran membuat imigrasi terus meningkat.
“Peningkatan yang luar biasa terutama disebabkan oleh tingginya tingkat imigrasi orang asing, termasuk orang-orang yang mencari perlindungan, pada tahun 2015 dan 2016” menurut laporan yang dilaporkan hari Selasa, 2 Agustus 2017.
Lebih dari 1,6 juta pencari suaka diperkirakan telah memasuki Eropa antara tahun 2014 dan 2016, yang menyebabkan krisis pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II. Sebagian besar telah menetap di Jerman. Dari tahun 2015, pemerintah Kanselir Merkel telah melakukan apa yang sekarang dikenal sebagai kebijakan ‘open door migrant’, meskipun ada banyak kritik dari penduduk asli.
Sementara negara-negara Eropa lainnya terus menjadi sumber utama arus masuk imigran, kantor federal mencatat bahwa 2,3 juta migran di Jerman berasal dari Timur Tengah. Ini, menurut data terakhir, meningkat hampir 51 persen dibanding tahun 2011. (rt/rsn-reinha)


