Terkepung Perang, 1.500 Warga Afghanistan Mengungsi

Terkepung Perang, 1.500 Warga Afghanistan Mengungsi

REINHA.com – Sekitar 1.500 warga Afghanistan, termasuk diantaranya ratusan perempuan dan anak-anak, terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di pinggiran kota Jalalabad, Afghanistan. Para pengungsi ini terkepung di antara serangan Taliban, ISIS dan Amerika Serikat.

Sebagian besar pengungsi berasal dari distrik Achin dan Haska Meyna di provinsi Nangarhar, Afghanistan Selatan. Mereka melarikan diri dari pertempuran antara pasukan Afghanistan dan Taliban, serta kekejaman kelompok teroris lainnya seperti ISIS.

“Militan ISIS membantai paman kami, menuduh bahwa dia adalah seorang mata-mata. Jadi kami meninggalkan rumah kami setelah mereka mengatakan esok hari mereka juga akan membunuh kami” ucap seorang pria dari distrik Haska Meyna.

“Militan ISIS secara brutal menyerang warga sipil., sementara itu tentara nasional Afghanistan dan pasukan asing datang ke medan perang, disaat yang sama tentara AS menjatuhkan bom ke desa kami” seorang pengungsi dari distrik Achin mengatakan.

Militer AS menjatuhkan bom udara GBU-43/B Massive di tempat persembunyian ISIS yang dicurigai berada di distrik Achin. Bom tersebut dijuluki “The Mother of All Bombs”, alat peledak non-nuklir paling kuat di dunia, dan menewaskan lebih dari 90 gerilyawan saat dijatuhkan pada bulan April lalu. Dampak lain dari ledakan tersebut yakni kerusakan parah di desa-desa sekitarnya.

Sementara itu Taliban, baru-baru ini telah meningkatkan serangannya, sebagian besar di wilayah selatan negara tersebut. Selama akhir pekan, militan Taliban telah merebut wilayah kunci di utara.

Menurut statistik dari Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Afghanistan memiliki lebih dari 230.000 warga sipil yang kehilangan tempat tinggal dari jumlah 33 juta warga sipil. (rt/rsn-reinha)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.