Ibu Teresa Dari Pakistan Meninggal Di Usia 87 Tahun

Ibu Teresa Dari Pakistan Meninggal Di Usia 87 Tahun

REINHA.com – Seorang biarawati kelahiran Jerman yang dikenal dengan sebutan “Ibu Teresa dari Pakistan” meninggal dunia pada 10 Agustus lalu di usia 87 tahun. Untuk menghormati pengabdian beliau semasa hidupnya, jasad Suster Ruth Pfau dimakamkan dengan upacara pemakaman kenegaraan pada 19 Agustus lalu.

Suster Ruth Pfau memperoleh gelar kedokteran di Jerman Barat selama tahun 1950an, dan kemudian bergabung dengan Putri Maria dari Hati Maria. Dia dikirim ke India, namun saat berhenti di Karachi, Pakistan, masalah visa membuatnya tidak bisa masuk ke India, dan dia akhirnya tinggal di sana.

Dalam sebuah kunjungan ke koloni kusta di kota, dia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk membantu mereka yang menderita penyakit ini. Beliau menghabiskan sisa hidupnya di Pakistan, dan mendirikan 157 pusat kesehatan untuk mengobati orang-orang yang terinfeksi kusta.

Berkat pengabdiannya, Pakistan menjadi salah satu negara pertama di Asia yang dinyatakan bebas kusta oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 1996.

Suster Ruth Pfau meninggal di Karachi, di sebuah rumah sakit yang berafiliasi dengan Marie Adelaide Leprosy Center, organisasi yang didirikan oleh beliau. Ia diberi penghargaan penuh oleh negara, termasuk penghormatan 19 senapan, atas pelayanan yang tak ternilai harganya.

Saluran televisi milik negara menyiarkan rekaman langsung upacara pemakaman dilakukan oleh tentara Pakistan di kota selatan Karachi. Orang-orang yang berkabung memberi penghormatan terakhir saat tubuhnya dibawa dari Marie Adelaide Leprosy Center ke Katedral St. Patrick untuk upacara terakhir. Kemudian dibawa ke pemakaman Kristen Karachi Gora Qabaristan untuk disemayamkan.

Upacara pemakaman tersebut dihadiri oleh banyak pejabat negara termasuk Presiden Mamnoon Hussain, menteri utama dan gubernur provinsi Sindh serta beberapa pejabat tinggi angkatan bersenjata Pakistan.

“Dia memberikan harapan baru kepada banyak orang dan membuktikan melalui kerja kerasnya yang luar biasa dalam melayani umat manusia tanpa batas. Kami bangga dengan layanan teladannya, dan dia akan tetap berada di hati kami sebagai simbol yang bersinar di masa depan” ucap Shahid Khaqan Abbasi, perdana menteri Pakistan dalam sebuah pernyataan. (radiovaticana/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.