
Kebakaran Kamp Rekreasi Di Ukraina, 3 Orang Anak Tewas
REINHA.com – Salah satu asrama di tempat olahraga dan rekreasi anak-anak di Odessa, Ukraina, terlahap api besar. Sekitar 150 anak-anak berada di lokasi tersebut saat kebakaran terjadi. Sedikitnya 3 orang anak tewas terbakar dan beberapa anak lainnya mengalami luka-luka.
Api mulai membakar salah satu blok di Kamp Victoria di pantai Laut Hitam pada Jumat malam sekitar pukul 11:30 waktu setempat. Saat kebakaran terjadi, 150 anak berada di area kamp dan sekitar 40 orang anak ada di dalam bangunan kamp yang terbakar.
Laporan awal menunjukkan bahwa ada tiga anak yang hilang. Petugas kemudian mengkonfirmasi penemuan tiga mayat anak-anak, namun masih belum jelas apakah ini adalah mayat anak-anak yang hilang tersebut atau bukan.
Menurut laporan saksi mata, anak-anak terbangun karena asap di dalam gedung. Para guru bergegas membawa anak-anak mereka ke tempat yang aman. Namun, meski ada usaha yang terorganisir dengan baik, beberapa dari mereka dilaporkan menderita asap inhalasi, luka-luka, dan memar. Beberapa anak dilaporkan dibawa ke rumah sakit setelah mereka melompat dari jendela bangunan yang terbakar.
Perwakilan dari Layanan Pengiriman Odessa, Yevgeny Kavun, mengatakan peringatan kebakaran tersebut terjadi pada pukul 23:37 waktu setempat. Tim darurat dengan cepat dikirim ke tempat kejadian dimana mereka menemukan bangunan kayu bertingkat tiga yang terbakar. Api menyebar dengan cepat, melanda bangunan seluas kira-kira 1.000 meter persegi.
Memadamkan api terbukti sulit karena tidak ada sumber air darurat di wilayah sanatorium anak-anak. Ada hidran, tapi tekanannya lemah dan akses ke waduk api diblokir. Petugas pemadam kebakaran menemukan pasokan air sekitar 1.200 meter dari lokasi kamp.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari dua jam untuk memadamkan api yang mengancam bangunan kayu di dekatnya. Petugas pemadam kebakaran harus menyirami asrama di sebelahnya karena panas yang ekstrem. Saksi mata mengatakan bahwa panasnya begitu kuat sehingga balkon bangunan di dekatnya mulai meleleh saat kaca pecah. (rt/rsn-reinha)


