
Jepang Bantai 177 Paus Dalam Acara Perburuan Tahunan
REINHA.com – Setiap tahun Jepang melakukan pembantaian besar-besaran terhadap ikan paus di perairan negara tersebut dengan alasan untuk kepentingan penelitian ilmiah. Tahun ini pemerintah Jepang mengumumkan jumlah paus yang terbunuh sebanyak 177 ekor.
Dilaporkan oleh Badan Perikanan Jepang, tiga kapal pemburu meninggalkan pelabuhan pada bulan Juni lalu dan baru-baru ini kembali dengan membawa 43 paus minke dan 134 paus sei. 177 paus merupakan jumlah tangkapan yang telah ditetapkan pemerintah sebelum perburuan dimulai.
Praktik tahunan datang meskipun Jepang menjadi salah satu penandatangan moratorium perburuan International Whaling Commission (IWC). Setiap tahun, Jepang mencari celah untuk terhindar dari pelanggaran IWC dengan menyatakan bahwa perburuan dilakukan atas nama penelitian ilmiah.
Badan Perikanan Jepang mengatakan bahwa mereka akan mengumpulkan data tentang isi perut ikan paus dan melaporkan temuannya ke IWC. Mereka mengaku mencoba untuk membuktikan populasi ikan paus cukup besar untuk mengenalkan kembali perburuan paus komersial sebagai sumber makanan tradisional.
“Studi tersebut diperlukan untuk memperkirakan jumlah tangkapan (berkelanjutan) yang tepat untuk memulai kembali penangkapan ikan paus komersial” ucap pejabat Dinas Perikanan Kohei Ito.
Perburuan itu menarik kemarahan dari kelompok hak asasi hewan dan kritik lainnya setiap tahunnya. Banyak yang mengatakan bahwa klaim “penelitian” hanyalah sebuah cover untuk penangkapan paus komersial, padahal sebenarnya daging dari mamalia laut tersebut dijual. (rt/rsn-reinha)


