BERITABerita Dunia

13 Ton Narkotika Sitaan Dibakar Di Afghanistan

13 Ton Narkotika Sitaan Dibakar Di Afghanistan

REINHA.com – Petugas kepolisian di Afghanistan telah menangkap lebih dari 300 orang terkait perdagangan narkotika ilegal di negara tersebut. Mereka juga telah membakar sekitar 13 ton narkotika hasil sitaan dari penangkapan tersebut.

“Total ada 13 ton narkotika dari berbagai jenis yang berbeda termasuk heroin, morfin, ganja, opium, bahan kimia, minuman beralkohol dan kafein” ucap Abdul Rahman Rahimi, kepala polisi Makati, provinsi Nangharhar.

Narkotika sitaan dikumpulkan dan dibawa dengan menggunakan truk. Barang selundupan tersebut kemudian diturunkan di sebuah area kosong di dekat Jalalabad, timur ibu kota Kabul. Tumpukan besar narkotika itu kemudian disirami bensin dan dibakar.

Menurut laporan, ada sekitar 336 orang yang terlibat perdagangan narkotika ilegal ditangkap dalam operasi tersebut.

Taliban memberlakukan larangan pada produksi opium setelah mengambil alih negara itu pada tahun 1996. Namun, belakangan ini, panen Afghanistan telah berkembang pesat, dimulai dengan invasi pimpinan AS pada tahun 2001.

Afghanistan menghasilkan 80 persen dari total opium yang ada di seluruh dunia. Perdagangan opium di negara tersebut bernilai sekitar $ 3 miliar per tahun, bahkan sekarang Taliban memasuki pasar.

Bulan lalu, layanan Afghanistan mengatakan kepada AFP bahwa Taliban hampir memiliki kendali penuh atas tanaman opium. Kekhawatiran juga berkembang bahwa kelompok tersebut mengoperasikan kilangnya sendiri, mengubah opium menjadi morfin dan heroin untuk pasar Barat.

Total area di bawah budidaya opium di Afghanistan diperkirakan mencapai 201.000 hektar pada tahun 2016, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya, menurut sebuah laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut Global Research, angka terakhir menunjukkan peningkatan 20 kali lipat di daerah-daerah budidaya opium sejak invasi AS pada bulan Oktober 2001. (rt/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.