
Kecam AS, Erdogan: “Turki Bukan Negara Kesukuan”
REINHA.com – Pejabat tinggi Turki mengecam AS dengan mengatakan bahwa Turki bukanlah negara kesukuan dan tidak perlu meminta izin Washington untuk menahan dan mengadili tersangka dimana Perdana menteri Turki berjanji untuk “membalas” penangguhan visa non-imigran.
Pernyataan tersebut dikeluarkan untuk membalas apa yang dilakukan AS. Ankara membalas langkah AS menangguhkan layanan visa dengan menangguhkan pengeluaran visa non-imigran bagi warga Amerika di Amerika Serikat yang ingin pergi ke Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras keputusan AS yang menunda mengeluarkan visa kepada warga Turki, menyusul penangkapan Metin Topuz, seorang warga Turki yang dipekerjakan di konsulat AS di Istanbul.
“Tidak ada yang perlu didiskusikan dengan AS….” kata Erdogan pada hari Selasa, saat berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Serbia, Aleksandar Vucic, di Beograd.
Presiden Turki juga mengecam Duta Besar AS John Bass dengan mengatakan “kita tidak melihatnya sebagai wakil Amerika Serikat di Turki” dan menambahkan bahwa pejabat senior Turki tidak akan menerima kunjungan perpisahannya.
Sementara Turki mempertahankan hak untuk menahan dan mengadili warganya yang bekerja untuk AS, Washington harusnya bertanya pada dirinya sendiri bagaimana dan mengapa “mata-mata” semacam itu menyusup ke fasilitas diplomatik mereka, Erdogan mengatakan.
“AS perlu mengevaluasi: Bagaimana mata-mata ini masuk ke sini? Siapa yang memasukkan mereka ke sini? Tidak ada negara yang mengizinkan mata-mata semacam itu. Turki bukan negara kesukuan, “kata Erdogan
Ucapan Presiden tersebut digaungkan oleh PM Turki, Binali Yildirim.
“Turki bukan negara kesukuan, kami akan melakukan pembalasan terhadap apa yang telah dilakukan,” kata Yildirim kepada anggota parlemen Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada hari Selasa.
Sementara menjanjikan “pembalasan dendam,” Yildirim juga mengambil sikap yang agak rekonsiliasi, mendesak AS untuk “lebih masuk akal” dan menyelesaikan jalur visa “sesegera mungkin”.(rt/reinha-jmw)


