Penelitian: Penurunan Populasi Serangga Hancurkan Kehidupan Di Bumi

Penelitian: Penurunan Populasi Serangga Hancurkan Kehidupan Di Bumi

REINHA.com – Populasi serangga di dunia semakin hari semakin menurun, ini memang tidak terdengar seperti masalah yang serius. Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Raboud, Belanda, menemukan bahwa penurunan populasi serangga dapat menghancurkan kehidupan di bumi.

Menurut tim peneliti, serangga sangat penting bagi kehidupan di bumi karena mereka bertindak sebagai penyerbuk dan sebagai mangsa spesies lain. Peningkatan urbanisasi, hilangnya habitat dan penggunaan pestisida menjadi penyebab menurunnya populasi. Penurunan tajam pada populasi serangga telah menempatkan dunia pada jalur menuju “Harmagedon ekologis”.

Tim peneliti telah mempelajari masalah ini sejak tahun 1989 dengan mengumpulkan sampel serangga di 63 situs yang menggunakan tenda mesh sebagai perangkap serangga. Mereka kemudian mengukur berat serangga yang tertangkap setiap tahunnya.

Para peneliti menemukan bahwa rata-rata berat serangga yang tertangkap menurun lebih dari 75 persen selama periode 27 tahun. Selama musim panas dan musim gugur jumlahnya bisa menurun sekitar 82 persen.

Caspar Hallmann, anggota tim peneliti, menggambarkan bahwa angka tersebut “sangat memprihatinkan”.

“Semua kawasan ini dilindungi dan sebagian besar dikelola oleh cagar alam. Namun, penurunan dramatis ini telah terjadi” kata Hallmann dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ahli biologi telah mulai mengutip ‘fenomena kaca depan’ sebagai ukuran penurunan, mencatat bahwa mereka tidak lagi menemukan serangga yang tertabrak dan menempel di kaca depan mobil mereka setelah melakukan perjalanan yang panjang.

Anggota tim Raboud lainnya, Profesor David Goulson dari Universitas Sussex di Inggris, mengatakan bahwa dia yakin fenomena tersebut adalah gejala dari populasi yang lenyap.

“Saya pikir itu nyata. Saya berkendara melintasi Perancis dan kembali pada musim panas ini, tepat saat Anda mengira kaca depan Anda akan berceceran serangga, tapi saya sama sekali tidak pernah berhenti untuk membersihkan kaca depan mobil” ucap Goulson.

Angka serangga di manapun telah mesorot pada berbagai waktu sepanjang dekade terakhir. Jumlah kupu-kupu padang rumput telah merosot di seluruh Eropa dalam dua dekade terakhir, menurut penelitian yang diterbitkan oleh European Environment Agency pada 2013.

Menurut sebuah laporan Pusat Keanekaragaman Hayati yang diterbitkan pada bulan Maret tahun ini, lebih dari 700 spesies burung Amerika Utara menurun jumlahnya karena hilangnya habitat serangga dan penggunaan pestisida untuk membasmi serangga.

Sebuah laporan tahun 2015 dari sebuah kelompok Perserikatan Bangsa-Bangsa menemukan bahwa populasi spesies lebah menurun lebih dari 35 persen, sementara 9 persen dari populasi kupu-kupu dan lebah mendekati kepunahan. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.