
Rusia Akan Bangun Pangkalan Di Bulan Pada Tahun 2040
REINHA.com – Perusahaan antariksa Rusia Energia telah mempresentasikan rencana mereka untuk program eksplorasi bulan, mencakup pembangunan pangkalan di bulan antara tahun 2040 dan 2050. Pangkalan ini bertujuan sebagai batu loncatan untuk misi masa depan ke angkasa luar dan planet lainnya.
Cosmonaut Alexander Kaleri, yang telah melakukan beberapa ekspedisi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), melakukan lima perjalanan antariksa, dan saat ini memimpin departemen penerbangan Energia, mempresentasikan program tersebut pada hari Selasa, 24 Oktober 2017.
Kaleri mengatakan bahwa area untuk basis masa depan akan dipilih sebelum tahun 2030, setelah persiapan dilakukan secara penuh, termasuk pembuatan modul utama stasiun dan tempat penampungan radiasi.
Menurut presentasi tersebut, Energia berencana untuk melaksanakan “pembangunan basis lunar dan program ilmiah” antara tahun 2040 dan 2050. Begitu basis selesai, sumber bulan akan dieksplorasi.
Setelah 2050, bulan akan digunakan untuk eksplorasi di dalam angkasa sebagai basis yang mampu mendukung misi ke planet lain.
Tahun lalu, kepala Energia, Vladimir Solntsev, mengatakan penerbangan ke bulan akan dimulai dalam 10 tahun, dan misi berawak pertama akan berada di tahun 2031.
“Penciptaan pesawat antariksa Federatsiya (Federation) generasi berikutnya merupakan bagian penting dari program eksplorasi bulan Rusia. Energia meluncurkan proyek ini beberapa tahun yang lalu, yang bertujuan menggantikan pesawat ruang angkasa Soyuz dan Progress yang saat ini digunakan” ucap Kaleri.
(Baca juga: Rusia Dan AS Akan Membangun Stasiun Ruang Angkasa Baru)
Energia juga akan membuka pusat penelitian untuk mengembangkan program eksplorasi bulan untuk misi masa depan. Pangkalan ini juga akan mendukung proyek stasiun luar angkasa Rusia-Amerika Serikat yang disebut Deep Space Gateway di orbit bulan, modul pertama yang akan siap antara tahun 2024 dan 2026. (rsn-reinha)


