Minim Fasilitas, SD Inpres Homba Rica Jadi Sekolah Percontohan

REINHA.com – SD Inpres Homba Rica, sebuah sekolah di pedalaman Sumba Barat Daya, memiliki kondisi fisik gedung yang kurang memadai atau jauh dari kata layak sebagai Gedung Instansi Pemerintah.
Namun demikian, sekolah yang letaknya di Desa Hamonggolele, Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya ini merupakan salah satu dari 2 sekolah Model di Sumba Barat Daya.
Dengan fasilitas seadanya, SD Inpres Homba Rica menjadi sekolah percontohan untuk pelaksanaan Kurikulum Pendidikan 2013 (K13). (Baca juga: Hanya Karena Beda Warna Tali Sepatu, Sepatu Anak Ini Disita Sekolah)
Kepalah Sekolah SD inpres Homba Rica, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 8 November 2017, mengatakan walaupun SD Inpres Homba Rica terbatas dalam hal fasilitas, namun sekolah tetap selalu mencoba dan mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Sekolah kita memang masih sangat terbatas dalam hal fasilitas pendukung, tapi kita akan selalu mencoba mencerdaskan anak bangsa dengan mendukung seluruh program yang dicanangkan oleh pemerintah” kata Matheus Wungo, Kepsek SD Inpres Homba Rica.
“Untuk sementara kami menggunakan bantuan generator sebagai sumber listrik, tapi keterbatasan itu tidak serta merta jadi penghalang kami untuk maju bersama mencerdaskan Bangsa,” imbuhnya.
Di Pihak lain Koordinator Pengawas (Korwas) Bernadus Jumadi Syukur, menimpali bahwa, ” K13 bukanlah hal baru buat kami. Apalagi sekarang ini kami mendapatkan support tenaga Guru Profesional dari Pemerintah Pusat melalui Seleksi jalur khusus GGD 2016, menjadi pemicu semangat untuk kami agar bisa menjalankan K13 secara menyeluruh” ungkap pria asal Manggarai tersebut.
“Untuk dapat melaksanakan Program K13 secara menyeluruh ke semua sekolah di SBD, kami sudah menempuh jalur pelatihan dan bimtek untuk guru-guru mengenai K13,” kata Bernadus menambahkan sambil tersenyum.
Kalau di tinjau dari segi fasilitas pendudukung, memang masih sangat terbatas tapi semangat juang Guru-Guru dan Dinas Pendidikan SBD patut kita acungi jempol. Keterbatasan fasilitas tak menjadi tembok penghalang buat mereka, untuk mencerdaskan anak bangsa di bumi sandelwood secara khusus dan Indonesia secara umum. Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet masa depan bangsa. (AeMedo-reinha)


