Serangan Udara Mesir Membunuh Penyerang Masjid

Serangan Udara Mesir Membunuh Penyerang Masjid

Serangan Udara Mesir Membunuh Penyerang Masjid
Orang-orang yang terluka dievakuasi dari lokasi serangan masjid pada hari Jumat [Associated Press]
REINHA.com – Tentara Mesir mengatakan sebuah serangan udara telah menewaskan beberapa penyerang yang terlibat dalam pembantaian pada hari Jumad di Masjid Mesir, dimana dari laporan terbaru serangan tersebut menewaskan kurang lebih 305 orang.

Dalam sebuah pernyataan, Jumat malam, juru bicara militer Tamer Rifai mengatakan angkatan udara Mesir mengejar para penyerang yang menurut pejabat menggunakan kendaraan 4WD.

(Baca juga: Korban Tewas Bom Masjid Jadi 235 Orang, Militer Mesir Serang Balik)

“Angkatan udara mengejar para teroris menemukan dan menghancurkan sejumlah kendaraan yang terlibat dalam serangan yang brutal … Mereka yang berada di dalam mobil juga terbunuh,” kata Rifai.

Pembantaian tersebut terjadi di Bir al-Abed, sebuah kota di provinsi Sinai Utara.

Masjid tersebut sekitar 40km barat el-Arish, ibu kota provinsi Sinai Utara sering dikunjungi oleh pengikut tasawuf, bentuk Islam yang lebih mistis.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun menurut sebuah pernyataan pada hari Sabtu dari jaksa penuntut umum Mesir, penyerang tersebut membawa sebuah bendera yang mewakili Negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS). Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung untuk para korban.

Media negara Mesir MENA mengatakan 120 orang juga terluka dalam serangan tersebut.

Presiden Abdel Fattah el-Sisi mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan penyerang sebagai “penjahat” dan “pengecut” dalam sebuah pernyataan di televisi pada hari Jumat.

(Baca juga: Serangan Masjid Sinai, Presiden Mesir Janjikan Tanggapan Maksimal)

Dia mengatakan serangan “tidak akan luput dari hukuman”.

“Angkatan bersenjata dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan maksimal,” kata Sisi.

Mesir bertahun-tahun berjuang melawan kampanye bersenjata dan anti-pemerintah di Semenanjung Sinai. Kampanye tersebut telah meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Pada tahun 2014, setelah sebuah bom bunuh diri yang menewaskan 33 tentara, Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut, yang menggambarkannya sebagai “tempat bersarang untuk terorisme dan teroris”.

Serangan sebelumnya di Sinai sebagian besar ditujukan pada pasukan keamanan dan anggota minoritas Kristen Koptik Mesir.

Namun, masjid di kota Sheikh Zuweid di Sinai Utara juga telah dipukul.

# Serangan Udara Mesir Membunuh Penyerang Masjid (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.