Demonstrasi Pro Palestina Di Paris Menolak Kunjungan Netanyahu

REINHA.com – Demonstrasi pro-Palestina berkumpul di pusat kota Paris untuk memprotes kunjungan Benjamin Netanyahu ke Perancis. Perdana Menteri Israel dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada hari Minggu.
Orang-orang yang membawa bendera Palestina berkumpul di Place de la République di ibukota pada hari Sabtu, seperti yang terlihat dari foto dan video di media sosial. Beberapa pemrotes membawa spantuk yang bertuliskan “Boikot Israel” dan “Free Palestine.” Yang lain memegang spanduk yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Netanyahu “mengikuti langkah-langkah Nazi”.
Sementara itu, kelompok pengunjuk rasa pro-Israel yang jauh lebih kecil juga berkumpul di Place de la République.
Protes tersebut diselenggarakan oleh sejumlah kelompok, termasuk organisasi pro-Palestina dan Forum Demokratis (DFLL). Pernyataan di situs DFLL menyerukan demonstrasi pada hari Sabtu mengatakan bahwa meskipun kritik Macron terhadap keputusan Trump di Yerusalem, pemimpin Prancis tersebut masih menyambut Netanyahu ke Paris.
Dalam pernyataan tersebut kemudian DFLL menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang” yang melakukan sebuah agenda “pendudukan yang mematikan”.
Ketegangan terus berlanjut di seluruh dunia setelah Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Protes besar telah dilakukan di Timur Tengah, Asia dan Eropa.
Pernyataan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga ditentang oleh Gereja. Puluhan pimpinan gereja memperigati Trump. Dimana mereka mengatakan pernyataan tersebut bisa membuat kehancuran di Yerusalem.
(Baca juga: Jadikan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Gereja Peringatkan Trump)
Selain itu para pimpinan Gereja juga menegaskan kota suci bisa di bagi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga memprotes pernyataan Trump tersebut. Dalam panggilan telponnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Paus Fransiskus, mereka sepakat menolak pernyataan Trump tersebut.
Erdogan dan Paus Fransiskus dilaporkan menekankan bahwa kesucian kota tersebut adalah milik orang Yahudi, Kristen dan Muslim.
(Baca juga: Yerusalem Dijadikan Ibu Kota Israel, Erdogan Telpon Putin Dan Paus)
Sedangkan presiden Palestina Mahmoud Abbas mengkritik keputusan Trump sebagai “kejahatan yang tidak dapat diterima” dan memuji negara-negara yang telah mencela tindakan tersebut.
“Untungnya, ada respon positif dari semua negara di dunia, mulai dari Eropa dan Afrika dan negara-negara yang dekat dengan Amerika yang tidak mendukung AS,” kata Abbas, dalam sebuah pertemuan dengan raja Yordania pada hari Kamis, laporan AP.
# Demonstrasi Pro Palestina Di Paris Menolak Kunjungan Netanyahu (jmw-reinha)


