Jokowi: Gibran Jualan Martabak, Kaesang Jualan Pisang Goreng

Jokowi: Gibran Jualan Martabak, Kaesang Jualan Pisang Goreng

Jokowi: Gibran Jualan Martabak, Kaesang Jualan Pisang Goreng
Presiden Joko Widodo

REINHA.com – Presiden Joko Widodo menceritakan tentang latar belakang pekerjaannya sebagai seorang pengusaha meubel selama 27 tahun. Ceritanya itu diunggah ke akunnya di Facebook, Senin 18 Desember 2017.

Dalam tulisan tersebut Presiden Jokowi mengatakan sempat kaget saat anak sulungnya Gibran menuturkan niatnya untuk menjadi penjual martabak.

Lebih kaget lagi, dalam jangka waktu lima tahun usaha Gibran tersebut malah maju pesat dan melampaui usaha milik Jokowi.

(Baca juga: Assad: Barat Memiliki Tangan “Berlumur Darah” Di Suriah)

“Tapi kemudian apa yang terjadi? Saya terkejut, hanya dalam rentang waktu lima tahun saja “brand value” pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari “brand value” martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya.”

Berikut cerita lengkap Presiden Joko Widodo yang diambil dari akunnya di Facebook.

“Saya sudah 27 tahun jadi pengusaha meubel. Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha.

Seperti yang saya ceritakan dalam acara Entrepreneurs Wanted! di Bandung siang tadi, saya tahu betul bagaimana susahnya cari modal usaha di awal-awal, kemudian keliling-keliling mencari pembeli, mengurus perizinan yang rumit, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, dan mengurusi alat-alat produksi.

Tapi, terus terang, saya sedih tiga anak saya tak satu pun yang mau meneruskan usaha saya. Kurang apa? Pabriknya ada, alat-alat produksinya ada, karyawannya ada.

Yang bikin “shock”, waktu anak sulung saya Gibran datang: “Pak, saya mau jualan martabak”. Dalam hati saya, “Waduh, jualan martabak.”

Tapi kemudian apa yang terjadi? Saya terkejut, hanya dalam rentang waktu lima tahun saja “brand value” pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari “brand value” martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya.

Rupanya ini yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Generasi dahulu seperti saya lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini ada hal yang lebih besar nilainya yakni “brand value”.

Itulah sebabnya saya tidak kaget lagi ketika tiga bulan lalu, anak bungsu saya Kaesang, juga datang dan menyampaikan: “Pak, saya mau jualan pisang goreng.” Ya sudah.”

# Jokowi: Gibran Jualan Martabak, Kaesang Jualan Pisang Goreng (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.