Cuaca Ekstrim: Sungai Chicago Membeku, Suhu Sydney Mencapai 47 C

REINHA.com – Cuaca ekstrim menerjang sejumlah negara di dunia di awal tahun ini. Kondisi cuaca berbanding terbalik, seperti di Chicago di mana air sungai tiba-tiba membeku akibat suhu yang turun hingga -50 C, sementara di Sydney, Australia, suhu panas mencapai 47,3 C.
Suhu dingin yang sangat ekstrim terjadi di wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Sedikitnya 22 orang dilaporkan meninggal akibat gelombang dingin yang disebut badai bom siklon.
(Baca juga: Badai Bom Siklon Tewaskan 22 Orang Di Amerika Serikat)
Kota-kota besar seperti Chicago dan Boston mengalami pembekuan saat suhu turun hingga -50 C. Kebekuan yang cukup parah terlihat dari air sungai yang membeku.
Suhu beku tersebut menyebabkan lebih dari 100 juta orang di seluruh AS harus menghadapi kebekuan yang sangat parah.
Di seberang Atlantik, supir harus diselamatkan setelah terjebak dalam semalam oleh badai salju di Spanyol yang menyebabkan 4.000 pengendara terpaksa menghabiskan malam di jalan tol.
Kondisi cuaca ekstrim ini diperkirakan akan bertahan hingga beberapa hari ke depan.
Berbeda jauh dengan di AS dan Kanada, di Sydney, Australia, mengalami cuaca terpanas sejak 1939 dengan suhu di wilayah tersebut mencapai setinggi 47,3 C.

Peringatan kebakaran yang parah dikeluarkan untuk wilayah tersebut dan larangan pembakaran total diberlakukan di seluruh kota.
(Baca juga: Sydney Hadapi Suhu Udara Terpanas Sejak 1939)
Charity Mission Australia membantu memindahkan tunawisma ke rumah sakit untuk perawatan sambil membawa orang lain ke tempat penampungan untuk menghindari panas.
Di dekat Sydney Cricket Ground, batsmen Inggris berjuang pada hari terpanas dalam catatan untuk pertandingan Uji di Australia.
# Cuaca Ekstrim: Sungai Chicago Membeku, Suhu Sydney Mencapai 47 C (rsn-reinha)


