Penelitian: Sampah Plastik Di Lautan Meningkat Dalam Satu Dekade

REINHA.com – Para ahli memperingatkan dalam laporan yang diterbitkan di Inggris, bahwa jumlah sampah plastik di lautan bisa meningkat hingga 3 kali lipat dalam satu dekade mendatang. Hal tersebut tidak dapat dihindari, kecuali jika penggunaan plastik dibatasi.
Dalam laporan berjudul Foresight Future of the Sea Report yang dikeluarkan oleh para ahli dari Inggris, menyebutkan bahwa sampah plastik hanyalah satu masalah yang dihadapi dunia lautan, bersama dengan naiknya permukaan laut, pemanasan laut dan polusi.
Laporan itu mengatakan lebih banyak pengetahuan dibutuhkan tentang lautan. Para penulis mengatakan dunia membutuhkan misi untuk “Planet Lautan” untuk mencerminkan kegembiraan terhadap berbagai misi manusia ke bulan dan Mars.
Laporan Foresight ditulis oleh para ahli agar para menteri di Inggris memahami secara singkat tentang masalah signifikansi jangka menengah dan panjang. Salah satu laporan telah ditandatangani oleh para menteri dari empat departemen yang berbeda karena para penulis menekankan perlunya kebijakan samudera antar departemen.
“Lautan sangat penting bagi masa depan ekonomi kita. Sembilan miliar orang di dunia akan mencari ke laut untuk mendapatkan lebih banyak makanan, namun kita tahu sedikit tentang apa yang ada di sana” ucap salah satu penulis laporan, Profesor Edward Hill dari Pusat Oseanografi Nasional Inggris kepada BBC News.
“Kami menginvestasikan banyak uang dan antusiasme untuk misi ke ruang angkasa, padahal tidak ada yang hidup di sana. Dasar laut penuh dengan kehidupan. Kami benar-benar membutuhkan misi ke planet laut, ini adalah perbatasan terakhir” lanjut Profesor Hill.
(Baca juga: Ilmuwan Temukan Kandungan Mikroplastik Di 40 Sungai Inggris)
Salah satu penulis lain, kepala ilmuwan untuk departemen lingkungan pemerintah Inggris Ian Boyd, setuju bahwa ‘lautan seolah tidak terlihat, tidak terpikirkan’.
“Ada proses eksplorasi yang berkesinambungan untuk mengeksploitasi hal-hal baru di lautan, dan itu terjadi lebih cepat daripada yang bisa kita ikuti. Kecurigaan saya adalah undang-undang juga berjuang untuk mengikuti, dan jelas ada risikonya”
Boyd mengatakan bahwa peternakan lepas pantai, industri minyak dan perusahaan pertambangan menyebar ke wilayah yang belum dijelajahi.
“Para ilmuwan perlu masuk ke sana lebih cepat daripada orang komersial atau setidaknya pada saat bersamaan, untuk menerapkan peraturan yang tepat untuk mengatur industri tersebut” ucap Boyd.
Laporan tersebut menyoroti banyak kekhawatiran, termasuk kekhawatiran saat ini tentang sampah plastik laut, yang diperkirakan meningkat menjadi 3 kali lipat antara tahun 2015 dan 2025.
Para penulis mengatakan jika pemerintah dapat mengidentifikasi cara melindungi keanekaragaman hayati di lautan, ada kekayaan yang akan dipanen, termasuk nodul-nodul logam dan mungkin bahkan obat untuk kanker.
# Penelitian: Sampah Plastik Di Lautan Meningkat Dalam Satu Dekade (rsn-reinha)


