Fadli Zon: Perekonomian Kita Miliki Potensi Yang Besar, Jika Tidak Mencuat Maka Ada Kesalahan Kebijakan

Fadli Zon: Perekonomian Kita Miliki Potensi Yang Besar, Jika Tidak Mencuat Maka Ada Kesalahan Kebijakan

Fadli Zon: Perekonomian Kita Miliki Potensi Yang Besar, Jika Tidak Mencuat Maka Ada Kesalahan Kebijakan
Wakil Ketua Umum DPR RI Fadli Zon

REINHA.com – Wakil Ketua Umum DPR RI Fadli Zon mengatakan perekonomian di Indonesia memilik potensi yang besar, meskipun fundamental ekonomi kurang kuat, daya tahan masyarakat Indonesia luar biasa. Potensi yang dimiliki itu menurut Fadli Zon jika tidak mencuat maka terjadi kesalahan dalam kelolah kebijakan.

“Perekonomian kita sebenarnya memiliki potensi yang besar. Meski fundamental ekonomi kita kurang kuat, namun daya tahan rakyat kita sebenarnya luar biasa. Jika potensi itu tidka bisa mencuat, itu terjadi karena salah kelola kebijakan.”

Sebelumnya Fadli Zon mengomentari keterangan pemerintah mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2019 yang dibacakan oleh Menteri Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR kemarin (18/5) terlalu datar dan kurang greget.

(Baca juga: Fadli Zon: Keterangan Pemerintah Tentang Ekonomi Makro Dan Kebijakan Fiskal Terlalu Datar)

Dimana menurut Fadli Zon saat ini Indonesia sedang menghadapi ancaman terjadinya krisis ekonomi.

“Depresiasi nilai tukar rupiah, capital outflow, serta terus terkereknya harga minyak dunia, adalah contoh beberapa situasi terkini yang akan berdampak besar bagi perekonomian kita,” ungkap Fadli.

Berbicara tentang buruh migran, Fadli Zon mengatakan buruh migran adalah penyumbang devisa besar untuk negara.

“Coba Anda bayangkan, selama triwulan pertama 2018, penerimaan remitansi dari para TKI kita mencapai US$2,63 miliar.” Fadli Zon melanjutkan “Sebagai catatan, total remitansi buruh migran Indonesia selama tahun 2017 mencapai US$8,78 miliar. Mereka adalah penyumbang devisa besar.”

Berbeda dengan penerimaan devisa dari sejumlah komoditas ekspor, remitansi buruh migran ini hampir tak memiliki komponen impor sama sekali. Kenyataan ini mestinya membuat malu pemerintah, tulis Fadli Zon dalam akun Twitter miliknya.

Alih-alih berusaha memberikan perlindungan maksimal terhadap tenaga kerja Indonesia, khususnya buruh migran, pemerintah malah kian memanjakan tenaga kerja asing melalui berbagai relaksasi aturan ketenagakerjaan.

Sungguh ironis. Buruh migran kita yang mendatangkan devisa, miskin perlindungan, tapi buruh asing yang menyedot devisa malah terus-menerus dibela.

Menurut Fadli Zon kebijakan-kebijakan yang keliru tersebut telah melemahkan perekonomian Indonesia dan itu bukan semata-mata karena faktor global.

Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan, tingginya komponen impor dalam perekonomian kita telah membuat kenapa anjloknya nilai tukar rupiah tak membuat ekspor kita jadi lebih kompetitif.

Karena melambungnya nilai tukar dollar telah membuat biaya komponen impor juga jadi ikut melambung. Itu sebabnya neraca perdagangan kita defisit cukup besar, ungkap Fadli.

Untuk memperbaiki itu, kita membutuhkan perbaikan struktur ekspor dan struktur industri, sehingga ketergantungan terhadap ekspor komoditas dan bahan baku serta barang modal impor dapat dikurangi.

Harusnya pemerintah menekan atau menseleksi impor, tapi malah cenderung boros membuka keran impor. Menjelang musim panen kemarin, misalnya, pemerintah tiba-tiba membuka keran impor 500 ribu ton beras., kata Fadli Zon.

# Fadli Zon: Perekonomian Kita Miliki Potensi Yang Besar, Jika Tidak Mencuat Maka Ada Kesalahan Kebijakan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.