Ucapkan Belasungkawa, Fadli Zon Beri Catatan Penting Untuk Polisi

Ucapkan Belasungkawa, Fadli Zon Beri Catatan Penting Untuk Polisi

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

REINHA.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengucapkan duka cita mendalam atas insiden pembunuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob yang menewaskan lima personil polisi. Fadli Zon mengatakan penyebab dari insiden tersebut harus diselidiki secara serius, dan berharap agar Polri dan jajaran lebih waspada agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Saya turut berbela sungkawa atas gugurnya lima personil kepolisian kita dalam tragedi kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.”

“Insiden yang menewaskan lima personil polisi tersebut harus diselidiki penyebabnya secara serius. Saya juga berharap agar Polri dan jajarannya dapat lebih waspada lagi agar peristiwa serupa tak kembali terulang.” kata Fadli Zon.

(Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Kerusuhan Di Mako Brimob)

Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, ada pembunuhan dan penyanderaan di lingkungan Mako Brimob, dimana dalam insiden tersebut menewaskan lima personel Brimob.

Menurut Fadli area tersebut seharusnya memiliki tingkat pengaman tinggi dan penjagaan yang ketat. Insiden ini jelas menandakan ada masalah. Sehingga, soal penyebab kerusuhan di rutan Mako Brimob tersebut harus diselidiki secara serius.

Fadli Zon menambahkan bahwa keberhasilan Kepolisian menangani situasi yang terjadi di Mako Brimob perlu di apresiasi, termasuk pembebasan korban yang disandera, namun ada beberapa catatan penting yang harus dievaluasi.

Yang pertama, terkait transparansi informasi. Awalnya pihak Kepolisian menyatakan situasi terkendali. Setidaknya hingga Rabu pagi, dinyatakan situasi sudah dapat ditangani.

Namun ternyata hingga Kamis pagi, Rutan Mako Brimob masih dikuasai tahanan bersenjata api laras panjang. Ketidaktransparanan ini sangat disesalkan.

Ironisnya, bahkan ada aparat yang masih disandera. Informasi ini pun awalnya tak jelas. Begitupun dengan kesimpangsiuran lima korban tewas dari aparat, yang terkesan ditutup-tutupi.

Masih menurut Fadli Zon, kejadian ini seharusnya lebih cepat ditangani karena kejadian tersebut berada di markas komando pasukan elit Kepolisian Republik Indonesia. Ini menjadi catatan hitam bagi kepolisian, peristiwa serupa tak boleh terulang kembali.

Fadli Zon pun menyarankan agar semua narapidana yang sudah mendapatkan putusan pengadilan harus masuk LP yang sudah ada, Cipinang atau Salemba misalnya.

“Dulu Ahok ditempatkan di Rutan Mako Brimob karena dianggap aman, kini kenyataannya tak demikian. Masyarakat juga bertanya dimana posisi Ahok ketika insiden ini terjadi. Perlu transparansi agar tak ada kecurigaan” kata Fadli Zon.

Oleh karena itu Fadli Zon berharap kasus yang terjadi di Mako Brimob wajib untuk diselidiki dari awal kejadian dan kronologinya. Jika ada kelalaian atau salah prosedur, perlu ada sanksi dan tindakan.

# Ucapkan Belasungkawa, Fadli Zon Beri Catatan Penting Untuk Polisi