Memproduksi Senjata Biologis, Pria Tunisia Ditangkap Di Jerman

Memproduksi Senjata Biologis, Pria Tunisia Ditangkap Di Jerman

Memproduksi Senjata Biologis, Pria Tunisia Ditangkap Di Jerman
David Young / dpa / AFP

REINHA.com – Polisi Jerman telah menangkap seorang pria asal Tunisia yang dicurigai memproduksi senjata biologis yang sangat mematikan. Pria 29 tahun itu juga diduga berkonspirasi untuk melakukan tindakan kekerasan yang serius.

Warga Tunisia yang diidentifikasi sebagai Sief Allah H., sudah berada dalam tahanan selama dua hari setelah unit polisi khusus menyerbu apartemennya pada Selasa malam, 13 Juni 2018. Polisi melakukan penyerbuan setelah ia dilaporkan sebagai simpatisan ISIS dan melakukan transaksi pembelian bahan pembuat racun secara online.

“Ada kecurigaan kuat bahwa ia sengaja memproduksi senjata kimia. Selain itu, dia menghadapi kecurigaan awal mempersiapkan tindakan kekerasan yang serius terhadap negara” kata Kantor Penuntut Federal (GBA) dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, 14 Juni 2018.

Ricin atau tetrodotoxin adalah zat yang sangat beracun yang terkandung secara alami dalam biji jarak. Ricin dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian dalam waktu 48 jam. Tidak ada obat penawar untuk racun tersebut.

Tersangka membeli 1.000 biji jarak dan penggiling kopi listrik, serta komponen terkait produksi risin lain dari sebuah toko online pada pertengahan Mei. Itu rupanya yang membuat polisi curiga pada pergerakan tersangka. Sief Allah H. berhasil mengekstraksi racun pada bulan Juni dan kemudian ditahan. Istri tersangka juga ditahan secara singkat.

(Baca juga: Jerman Larang Penjualan Smartwatch Untuk Anak-anak)

Para peneliti belum menetapkan bagaimana tepatnya tersangka berencana menggunakan risin, atau seberapa jauh ia telah maju dalam merencanakan serangan. Masih belum jelas apakah Sief Allah H. memiliki hubungan dengan kelompok teroris. Menurut media lokal Kolner Stadt-Anzeiger, dia datang ke Jerman pada November 2016.

Sementara media Jerman melaporkan bahwa tersangka adalah seorang simpatisan ISIS, GBA menyatakan bahwa “belum secara pasti diklarifikasi” apakah ia didorong oleh Islamisme. Pria itu diduga mengikuti instruksi pembuatan risin yang diposting oleh ISIS, Der Spiegel melaporkan, mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Jerman telah menyaksikan gelombang serangan teroris oleh orang-orang berlatar belakang migran selama beberapa tahun terakhir. Salah satu yang paling mematikan terjadi pada bulan Desember 2016, ketika seorang pencari suaka Tunisia mengendarai sebuah truk ke pasar Natal di Berlin, menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 50.

Sebuah penelitian, yang dirilis pada bulan Januari, menegaskan bahwa arus masuk migran baru-baru ini telah sangat berkontribusi untuk gelombang kejahatan dan kekerasan yang terjadi di Jerman.

# Memproduksi Senjata Biologis, Pria Tunisia Ditangkap Di Jerman (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.