Presiden Jokowi: Hubungan Negara Ekonomi Maju Seperti Serial Game of Thrones

REINHA.com – Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara tentang Krisis Finansial Global 2008, yang dialami Indonesia 10 tahun yang lalu. Dimana berkat langkah-langkah yang luar biasa para pembuat kebijakan, dunia selamat dari depresi global yang sudah di depan mata.
Jokowi melanjutkan dengan mengatakan saat ini kita kembali mengalami ketidakpastian global. Perang Dagang semakin marak, inovasi teknologi mengguncang industri dan negara yang sedang bertumbuh mengalami tekanan pasar yang besar. Amerika Serikat menikmati pertumbuhan pesat, tapi banyak negara jadi lemah dan tidak stabil. Padahal, negara ekonomi maju telah mendorong negara ekonomi berkembang untuk “membuka diri” dan ikut dalam Perdagangan Bebas dan Keuangan Terbuka.
Di hadapan para pemimpin dunia di Nusa Dua, Bali, Presiden Jokowi menyatakan: Winter is Coming. Evil Winter yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran datang tatkala para Great Houses, Great Families, sibuk bertarung satu sama lain.
(Baca juga: Sri Mulyani: Indonesia Siap Bekerja Sama Dengan Human Capital Index)
Hubungan antara negara-negara ekonomi maju kini memang semakin terlihat seperti dalam serial “Game of Thrones”. Sejumlah Great Houses, Great Families, bertarung hebat untuk mengambil alih kendali the Iron Throne. Seiring perputaran roda Mother of Thrones, satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan, lalu setelahnya, House yang lain berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain lagi, ungkap Jokowi.
Jokowi melanjutkan dengan mengatakan hal tersebut sekarang terjadi, negara ekonomi maju saling berebut kendali dan mengalami keretakan. Yang tertinggal adalah masalah. Harga minyak mentah meningkat drastis, dan terjadi kekacauan di pasar mata uang negara-negara berkembang.
Pada akhirnya mereka akan sadar: tidak penting siapa yang duduk di the Iron Throne. Yang penting adalah kekuatan bersama menghadapi Evil Winter agar bencana global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda dan menyengsarakan kita semua, kata Jokowi.
Jokowi berharap Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali ini mendorong para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerjasama global. Diperlukan kebijakan moneter dan fiskal yang mampu menyangga dampak dari perang dagang, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian pasar. Semuanya untuk kebaikan bersama.
# Presiden Jokowi: Hubungan Negara Ekonomi Maju Seperti Serial Game of Thrones


