Rivalitas Politik, Jokowi: Mari Meneladani Johannes Leimena Dan Mohammad Natsir

REINHA.com – Menjelaskan bagaimana seharusnya kontestasi dalam sebuah negara demokrasi, presiden Joko Widodo memberi contoh dua tokoh pendahulu Indonesia Johannes Leimena dan Mohammad Natsir.
“Bagaimana seyogyanya kontestasi dalam sebuah negara demokrasi? Mari meneladani Johannes Leimena dan Mohammad Natsir, dua tokoh pendahulu kita.” kata Jokowi melalui akun media sosial miliknya.
Lebih lanjut lagi Jokowi mengatakan Leimena putra Ambon yang jadi tokoh Partai Kristen Indonesia dan Natsir orang Minang petinggi Partai Masyumi. Partainya berbeda, bersaing ketat, pandangan keduanya kerap berseberangan, tetapi sebagai pribadi dalam pergaulan sehari-hari, mereka bersaudara dan sangat bersahabat.
(Baca juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani Mengajak Negara Lain Untuk Kerjasama Dengan LPEI)
Jokowi pun mengatakan ini adalah keteladanan yang harus diambil dan dipakai, sebagai pedoman, dan diteruskan sebagai fondasi bangsa dalam menghadapi tantangan-tantangan.
“Rivalitas di tahun politik ini harus dibangun di atas fondasi yang tidak saling menjatuhkan. Kontestasi tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela atau memfitnah” kata Jokowi.
Jokowi melanjutkan dengan mengatakan rakyat harus merayakan kontestasi ini dengan kegembiraan yang diwarnai oleh narasi yang sejuk dan gagasan untuk kemajuan. Rakyat merayakan perbedaan pilihan dengan penuh kedewasaan dan kematangan. Inilah yang justru memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika dan persatuan kita.
# Rivalitas Politik, Jokowi: Mari Meneladani Johannes Leimena Dan Mohammad Natsir


