Putin: Proses Perdamaian Suriah Menjadi Prioritas, Tetapi Teroris Yang Tersisa Harus Dihancurkan

Putin: Proses Perdamaian Suriah Menjadi Prioritas, Tetapi Teroris Yang Tersisa Harus Dihancurkan

@reuters

REINHA.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan di KTT Istanbul bahwa menyiapkan komite untuk menyusun konstitusi baru Suriah adalah prioritas, tapi menghilangkan sisa dari “unsur-unsur radikal” di negara itu tetap menjadi tujuan penting.

“Sementara tingkat kekerasan di Suriah telah sangat berkurang, penghapusan semua elemen radikal masih merupakan tugas penting,” kata Presiden Vladimir Putin, berbicara setelah pertemuan empat arah Suriah dengan para pemimpin Turki, Perancis dan Jerman, seperti yang dikutip dari RT.

(Baca juga: Kasus Khashoggi, Uni Eropa Sepakati Kemungkinan Larangan Penjualan Senjata Ke Arab Saudi)

“Kami tidak bisa membiarkan bandit-bandit berperang untuk melanjutkan kegiatan terlarang mereka, untuk menciptakan” sel-sel tidur “di negara-negara kami, merekrut pendukung dan menyebarkan ideologi ekstrem dan teror.”

Turki berpegang teguh pada komitmennya atas kesepakatan gencatan senjata Idlib, kata Putin, tetapi menambahkan bahwa Ankara belum mampu memaksa semua radikal di wilayah itu untuk mematuhi perjanjian tersebut. Pemimpin Rusia menyatakan harapan bahwa gencatan senjata akan sepenuhnya dilaksanakan di masa depan.

Jika para teroris terus melancarkan serangan dari Idlib, Moskow berhak untuk memberikan dukungan bersenjata kepada pemerintah Suriah untuk membersihkan wilayah tersebut dengan kekuatan, kata Putin.

Walaupun perjanjian Idlib sangat penting, namun itu masih merupakan “tindakan sementara,” katanya. Kedamaian abadi hanya bisa dibawa melalui solusi politik, Presiden Rusia menekankan, menambahkan bahwa komite untuk menyusun konstitusi Suriah yang baru diharapkan untuk memulai pekerjaannya sebelum akhir tahun.

“Nasib negara harus akhirnya diputuskan oleh rakyat Suriah,” tambahnya.

# Putin: Proses Perdamaian Suriah Menjadi Prioritas, Tetapi Teroris Yang Tersisa Harus Dihancurkan