Jokowi: Perkembangan Teknologi Diiringi Tantangan Baru Dalam Hal Moralitas

REINHA.com – Presiden Joko Widodo mengatakan semua ketidakmungkinan dan keterbatasan, di dunia yang begitu maju saat ini, bisa diterobos oleh ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.
Presiden Jokowi kemudian memberikan contoh, seperti Belanda, dimana negara yang wilayahnya sempit namun bisa menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia.
Akan tetapi, Jokowi mengatakan seperti yang dirinya sampaikan di arena Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di Tangerang Selatan, perkembangan teknologi tersebut juga diiringi tantangan baru dalam hal moralitas kemasyarakatan.
(Baca juga: Di Argentina Fadli Zon Serukan Tiga Rekomendasi Untuk Parlemen Negara G20 Dan Dunia)
Misalnya, munculnya media tanpa redaksi yang membuat setiap warga bisa menjadi pewarta dan dapat memberitakan apapun, terlepas benar atau tidaknya suatu informasi.
“Ada berita langsung dimunculkan, ada informasi langsung dimunculkan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Pameran Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2018 di Hall 5 Indonesia Convention Center (ICE) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/11) pagi seperti yang dikutip dari setkab.go.id.
Rapat redaksi yang dulu tertata rapi, lanjut Jokowi, sekarang digantikan oleh peran media sosial (medsos), dan jempol atau like menjadi pemimpin redaksi di media sosial sekarang ini. Semua bisa menginformasikan apapun.
Menghadapi fenomena ini, Jokowi mengatakan regulasi atau peraturan pemerintah tidaklah cukup.
“Tidak semuanya bisa dipagari oleh peraturan dan regulasi. Yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi itu” kata Jokowi dikutip dari akun media sosial miliknya.
Di sinilah lembaga penelitian berperan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lembaga-lembaga penelitian ini kata Jokowi perlu bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan mitra strategis lainnya.
# Jokowi: Perkembangan Teknologi Diiringi Tantangan Baru Dalam Hal Moralitas


