Gereja Katolik Di Dunia Galang Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Gereja Katolik Di Dunia Galang Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Gereja Katolik Di Dunia Galang Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Tim gabungan dari TNI terus melakukan penanganan darurat di di Kec. Sumur Pandeglang @Sutopo_PN

REINHA.com – Dari data sebelumnya, Minggu 25 Desember 2018, jumlah korban jika tsunami Selat Sunda terus bertambah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban jiwa untuk sementara berjumlah 429 orang meninggal, 1.485 luka-luka, 154 orang hilang dan 16.082 orang mengungsi.

Dikutip dari vaticannews, anggota Caritas Internationalis, federasi badan amal Katolik di seluruh dunia, yang telah menjangkau Indonesia, membawa bantuan kepada mereka yang terkena tsunami Selat Sunda.

(Baca juga: Sutopo: Indonesia Belum Punya Sistem Peringatan Dini Bencana Tsunami)

Pejabat dan ilmuwan menjelaskan bahwa gempa vulkanik longsor erupsi Anak Krakatau, menyelinap ke lautan dan memicu tsunami yang menghantam pantai-pantai di sekitarnya.

Caritas Indonesia

Salah satu daerah yang terkena dampak adalah Anyer di pulau Jawa, di bawah yurisdiksi Keuskupan Bogor, dan lainnya adalah Lampung di Pulau Sumatera, di bawah Keuskupan Tanjungkarang.

Menurut Yohannes Baskoro, manajer proyek Caritas Indonesia, Caritas dari kedua keuskupan telah beraksi.

Caritas Tanjungkarang telah mendistribusikan 700 paket makanan kepada para pengunsi di wilayah rumah sakit kota Lampung dan di Kalianda. Ribuan paket lainnya dijadwalkan dibagikan pada hari Natal.

Di Jawa, tim relawan dari Keuskupan Agung Jakarta telah berangkat dengan kendaraan ke Bogor, di mana unit Caritas setempat mengadakan pertemuan koordinasi di paroki Rangkas Bitung dan Serang.

Caritas Indonesia melakukan koordinasi relawan dengan unit Caritas lain di Indonesia untuk keadaan darurat. Pastor Ignatius Swasono, direktur sementara Caritas Indonesia mengatakan mereka telah melakukan koordinasi di 3 paroki di wilayah Cilegon, Jawa.

Paus Fransiskus

Paus Francis pada hari Minggu mengimbau masyarakat internasional untuk mendukung para korban tsunami yang menghancurkan Indonesia.

Dia mengundang semua orang untuk bergabung dalam doa, bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai, dan menyatakan kedekatan spiritualnya kepada mereka yang terpengaruh oleh tragedi tsunami di Selat Sunda dan memohon penghiburan Tuhan atas penderitaan.

Uskup AS

Para uskup Katolik Amerika Serikat telah menanggapi Paus Fransiskus dan mengimbau masyarakat internasional untuk membantu operasi bantuan.

“Bersama dengan Bapa Suci kita, Paus Fransiskus, saya memohon ‘solidaritas dan dukungan dari Komunitas Internasional’ bagi saudara-saudari kita,” Kardinal Daniel DiNardo, Uskup Agung Galveston-Houston dan Presiden Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat ( USCCB) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Inggris & Wales

Gereja Katolik Inggris dan Wales juga telah memohon doa dan sumbangan bagi para korban tsunami Indonesia. Badan Katolik untuk Pembangunan Luar Negeri, CAFOD, yang merupakan anggota Caritas Internationalis, telah mengumpulkan lebih dari £ 200.000 dalam sumbangan untuk para korban bencana Indonesia.

Direktur CAFOD, Chris Bain mengatakan bahwa Caritas Indonesia sedang melakukan yang terbaik untuk menyediakan dasar-dasar kebutuhan seperti air minum bersih, makanan, dan tempat tinggal, bagi orang-orang untuk bertahan hidup selama beberapa hari dan minggu mendatang. “

“Kami sudah menerima sumbangan dari komunitas Katolik di Inggris dan Wales.

Dewan Gereja Dunia

Dewan Gereja Dunia (WCC) juga menyatakan solidaritasnya dan menyampaikan belasungkawa bagi para korban korban tsunami Indonesia.

“Pikiran dan doa kita, bersama orang-orang yang terkena dampak tsunami di Indonesia,” kata Pendeta Olav Fykse Tveit, sekretaris jenderal persekutuan ekumenis.

# Gereja Katolik Di Dunia Galang Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.