Kumpulan Quotes Rocky Gerung

Rocky Gerung adalah seorang filsuf, akademisi dan intelektual publik Indonesia. Ia pernah mengajar di Universitas Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Institut Setara. Rocky Gerung lahir di Manado pada tanggal 20 Januari 1959.
Berikut Kumpulan Quotes Rocky Gerung:
“Di dalam demokrasi semua boleh kecuali yang dilarang, sekarang dibalik semuanya tidak boleh kecuali yang diizinkan.”
“Hukum berada di belakang agar demokrasi maju. Kalau hukum di depan demokrasi tidak akan tumbuh, apalagi hukum yang versinya menertibkan, hukum itu memfasilitasi percakapan”
“Akal itu memerlukan lawan bicara”
“Disebut Ambulans, bila sirene berbunyi. Disebut Hakim, bila memegang palu.Disebut otak, bila dipakai berpikir. Fungsi mendefinisikan alat. Begitu logikanya”
“Buah busuk jatuh sendiri.Tak perlu tebang pilih”
“Salah pilih? Ya sudah terjadi. Mengulanginya? Itu dungu”
“Politik lokal juga faktor kerusakan lingkungan: kompetisi tokoh lokal dengan akibat eksploitasi alam, untuk biaya dukungan”
“Ada local wisdom untuk menjaga lingkungan. Tapi sering tersingkir oleh ‘local kingdom'”
“Kurikulum etika lingkungan seharusnya diwajibkan pada para caleg. Supaya bisa mengabdi pada planet bumi. Bukan sekedar pada partai”
“Adil pada alam, melatihmu adil pada tetanggamu”
“Mendalami watak alam, membantumu peka etik. Pencitraan itu tanda etikmu dangkal”
“Beroposisi itu tak perlu pakai partai. Cukup pake otak”
“Dikeroyok kedunguan itu geli”
“Pikiran tak mungkin seragam. Pikiran politik harus tak seragam. Supaya kekuasaan tak pongah”
“Ada peribahasa Latin tentang memberi nasehat pada si dungu: “Margaritas ante porcos”. Artinya: Seperti memberi mutiara pada babi”
“Disihir boneka, kaum terpelajar itu berubah jadi tumpukan tempurung”
“Akibat adalah sebab yang tak selesai. Seperti rindu..”
“Memberi untuk meminta. Itu dangkal”
“Netral itu bukan berdiri di tengah. Netral itu berdiri di kaki sendiri”
“Pemerintahan akal, untuk kebaikan bersama. Hanya itu alasan bernegara. Sulit, namun harus”
“Menasehati urusan privat di ruang publik itu tak sopan. Apalagi memanipulasi”
“Jabatan publik itu sasaran kritik. Pejabat dungu itu harus dikritik.
Kritik adalah kesopanan dalam politik. Melarang kritik, itu justru tidak sopan”
“Hatimu panas? Hanguslah persahabatan”
“Batas kebohongan adalah ingatan”
“Gue orangutan. Malas ngeladenin orang-orangan”
“Jurnalis bukan boneka. Dan tidak mengurus boneka”
“Saya membayangkan akan ada Aliansi Jurnalis Akal Sehat. Mereka yang melihara akal publik”
“Tempuh arahmu, sampai bertemu simpangan. Di situ kau diuji, oleh alasanmu sendiri”
“Pintu malam. Tertutup, tapi tak terkunci. Menanti rindu menemui sunyi”
“Teologi itu kajian akademis. Bukan baliho kampanye”
“Sekejap, waktu berhenti, Demi rindu melintas. Berabad telah berlalu, Sejak sunyi pertama tiba”
“Analisa berhenti ketika amarah mulai”
“Hormati kesederhanaannya. Kecuali ia sengaja pamerkan ke publik”
“Sekilas terpana, tapi tak sirna. Kendati jarak menjauh, tetapi rindu telah menghentikan sang waktu”
“Adil itu tidak berhenti di tengah. Melainkan menemukan yang tersingkir”
“Politik adalah jalan menempuh keadilan. Ada sistem, ada organisasi, ada partai. Tapi perlu individu yang kuat untuk memulai langkah”
“Jiwa merdeka itu melampaui elektabilitas manapun. Berbahagialah!”
“Di dalam kasus yang melibatkan kerumitan pikiran diperlukan abstraksi, maka yang tidak cukup berpengetahuan jangan jadi pelapor”
“Di dalam forum akademis, anda dikoreksi oleh pikiran. Bukan oleh kedengkian”
“Rindu adalah korelasi. Tak harus logis”
“Dungu itu kapasitas otak. Bohong itu kapasitas hati. Dua organ penting itu dia tak punya”
“Sumbat telingamu bila tak tahan dikritik. Bukan membekap mulut orang”
“Literasi artinya mengaktifkan kritisisme. Bukan menghapal nama ikan. Percakapan akademis berasal dari situ”
“Selain cara berpikir cerdas, juga ada cara berpikir dungu. Dua-duanya cara berpikir. Tinggal pilih. Mengapa harus ngamuk terhadap pilihanmu sendiri?”
“Rekonstruksi tak lagi penting. Konsekwesinya terhadap peradaban politik, itu yang buruk”
“Otak kosong, distempel apapun, ya tetap kosong”
“Kandidat sudah tersedia. Ujilah mereka. Ujilah sekeras-kerasnya dengan argumen. Bukan dengan sentimen”
“Kedunguan itu bertentangan dengan Pancasila”
“Kekuasaan itu tak mungkin kuat, karena fondasinya adalah kebohongan. Dan kalian terlalu pongah untuk mengakui”
“Kita merdeka supaya tidak jadi petugas”
“Kriteria kritik tidak boleh ditentukan oleh pemerintah. Begitu etikanya”
“Pebisnis itu bukan petugas partai. Gak bisa disuruh-suruh. Mereka paham tanda-tanda mangkrak”
“Munafik itu bukan sifat, melainkan siasat busuk: dari penguasa sampai akademisi”
“Kebebasan berpendapat itu nyawa demokrasi. Mutlak!”
“Yang terjadi adalah yang terlihat. Yang benar adalah yang dimengerti”
“Perubahan adalah takdir politik. Bagi mereka yang berakal”
“Fiksi membuat hidup menari, Hidup yang faktual itu mati”
“Tempurung-tempurung itu berjejer di depan tungku. Siap menjadi arang demi pesta yang tak mereka paham”
“Kepongahan telah membatalkan prediksi. Akal sehat rakyat sudah tumbuh”
“Debat ideologi tak bisa dimulai dengan sikap fanatik. Tak mungkin diselenggarakan di ruang feodal. Dan tak layak diikuti golongan tempurung”
“Tuhan menciptakan malam atas permintaan rindu”
“Ijazah itu cuma tanda seseorang pernah belajar. Bukan tanda ia pernah berpikir”
“Sunyi adalah rumah rindu. Tak dihuni namun tentram”
“Loyalitas guru bukan terhadap pemerintah, melainkan terhadap pengetahuan. Itu dalilnya”
“Kata mengandung arti karena suasana. Seperti rindu dan senja”
“Tak harus tiba…karena kisah melampaui waktu. Karena tak memerlukan waktu”
“Memang dia tak mampu. Lalu, apa solusi buat orang tak mampu?”
“Sunyi itu bunyi yang sembunyi”
NB: Quotes dari Rocky Gerung akan selalu diperbaharui. Jangan lupa share dan selalu kembali untuk melihat Quotes terbaru dari Rocky Gerung.
# Kumpulan Quotes Rocky Gerung


