Wabah BUBONIC PLAGUE Serang Kongo, 31 Orang Meninggal

Wabah BUBONIC PLAGUE Serang Kongo, 31 Orang Meninggal

Wabah BUBONIC PLAGUE Serang Kongo, 31 Orang Meninggal
Penggali Kubur sedang bekerja di DR Kongo. © Reuters / Frederick Murphy

REINHA.com – Wabah Bubonic Plague (penyakit pes) di Republik Demokratik Kongo telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, penyakit yang telah lama ditakuti ini menyebabkan pandemi Black Death di Eropa pada abad ke-14.

Beberapa kasus wabah diidentifikasi di daerah Biringi di Provinsi Ituri di timur laut Kongo antara 15 November dan 13 Desember, kata Anne Laudisoit dari LSM yang berbasis di New York, Ecohealth Alliance, kepada AFP.

(Baca juga: Sebagai Sinyal Ke Iran, Israel Dan Amerika Kembangkan Sistem Pertahanan Rudal Arrow-4)

Sedikitnya 520 orang jatuh sakit dan “lebih dari 31” di antaranya meninggal, Menteri Kesehatan Ituri Patrick Karamura mengatakan kepada outlet tersebut.

Sebagian besar kasus melibatkan wabah pes, dengan pengecualian lima kasus wabah pneumonia dan dua kasus wabah septikemik.

Orang yang lebih muda rentan dengan penyakit ini, dengan usia rata-rata pasien hanya 13 tahun. Menurut laporan di antara mereka yang terinfeksi ada bayi yang masih berusia tiga bulan.

Wabah, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, adalah endemik di provinsi tempat pertama kali dikonfirmasi pada tahun 1926. Wabah terjadi secara teratur, dimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan atas lonjakan kasus penyakit di wilayah Rethy Ituri pada Juli tahun lalu.

Wabah terbaru dimulai dengan kematian massal tikus, yang telah terinfeksi oleh kutu pembawa kuman di bulunya. Kutu-kutu itu kemudian mulai mencari inang baru dan berpindah ke manusia, menginfeksi mereka melalui gigitannya.

Wabah pes adalah bentuk paling umum dari penyakit ini, yang terjadi setelah bacillus bergerak melalui darah dan menyerang kelenjar getah bening terdekat. Kelenjar getah bening yang bengkak dan nyeri yang terkadang bisa pecah dikenal sebagai ‘buboes’. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, dan muntah.

Yang disebut Black Death, yang menurut berbagai perkiraan menewaskan antara sepertiga dan setengah populasi Eropa pada pertengahan abad ke-14, yang juga melanda Afrika Utara dan Asia, adalah pandemi terbesar dalam sejarah manusia dan disebabkan oleh wabah bubonic.

Penyakit menakutkan itu sekarang dapat disembuhkan dengan beberapa jenis antibiotik. Namun, tanpa pengobatan yang tepat, wabah tersebut dapat menyebabkan kematian antara 30 hingga 90 persen dari mereka yang terinfeksi.

Kongo seringkali mendapat kesulitan dalam mengatasi persoalan karena sistem kesehatannya, kekurangan dana dan terhambat oleh aktivitas berbagai kelompok militan. Selain wabah, negara Afrika Tengah juga di tantang dengan wabah Ebola, malaria, kolera, HIV dan penyakit lainnya.

# Wabah BUBONIC PLAGUE Serang Kongo, 31 Orang Meninggal

  • 3
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.