Protes Kudeta Myanmar Terus Berlangsung, 460 Orang Dilaporkan Tewas

Protes Kudeta Myanmar Terus Berlangsung, 460 Orang Dilaporkan Tewas

Sekitar 20 ribu orang terun ke jalan termasuk para biksu menentang kudeta, di Tangse, Sagaing (29 Maret) @MyanmarNow

REINHA.com – Protes anti kudeta terus mengguncang Myanmar, dengan ribuan orang turun ke jalan di seluruh negeri. Gelombang protes datang setelah akhir pekan paling berdarah, yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Kerusuhan sipil berlanjut di seluruh Myanmar hingga Senin, dengan ribuan orang memprotes kudeta 1 Februari, serta berduka atas para korban kekerasan. Tepat dihari Angkatan Bersenjata pada 27 Maret, sekitar 114 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam lanjutan aksi demonstran, menjadikan hari paling berdarah sejak kudeta 1 Feberuari.

(Baca juga: Putin Ajak Semua Negara Buat Kesepakatan Bersama Untuk Mengatur Penggunaan Internet)

Ribuan orang berbaris melalui pusat kota Sagaing, memprotes kekuasaan militer, protes juga berlanjut di kota terbesar Myanmar, Yangon, dengan barikade dan ban yang menyala terlihat di jalan-jalan.

Protes yang sedang berlangsung memicu tanggapan polisi dan militer, dengan setidaknya satu orang dilaporkan tewas di Yangon ketika pasukan keamanan menembaki kerumunan.

“Dia ditembak di kepala,” kata seorang saksi mata kepada Reuters. “Mereka menembaki semua yang ada di jalan, bahkan tim Palang Merah. Ini masih berlangsung saat saya berbicara dengan Anda.”

(Baca juga: Naskah Laut Mati: Para Ahli Israel Umumkan Penemuan Luar Biasa Dan Langka Di Gurun Selatan Yerusalem)

Di Yangon, militer dilaporkan menggunakan persenjataan berat, termasuk senapan mesin dan peluncur granat, untuk memadamkan kerusuhan.

Myanmar mengalami kekacauan pada 1 Februari, ketika militer menggulingkan pemerintah, mengakhiri periode sembilan tahun pemerintahan sipil. Myanmar sebelumnya dikuasai militer selama beberapa dekade, dari awal 1960-an hingga 2011.

Militer mengklaim pemilu baru-baru ini adalah penipuan. Suu Kyi pun dituduh oleh militer atas berbagai kejahatan mulai dari korupsi hingga penyelundupan perangkat elektronik ilegal ke negara tersebut. Pendukung pemimpin yang digulingkan, bagaimanapun, percaya bahwa tuduhan itu dibuat-buat dan bermuatan politik.

Kudeta tersebut memicu protes massal yang mengguncang negara itu selama dua bulan terakhir. Militer melancarkan tindakan keras yang semakin brutal terhadap para pengunjuk rasa, tetapi sejauh ini gagal mengendalikan situasi. Sekitar 460 orang telah tewas selama protes, menurut angka yang dibuat oleh kelompok Assistance Association for Political Prisoners.

# Protes Kudeta Myanmar Terus Berlangsung, 460 Orang Dilaporkan Tewas

  • 3
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.