Tinggalkan Jabatannya, Rahman Sukses Memproduksi Minyak Goreng Di Adonara

Tinggalkan Jabatannya, Rahman Sukses Memproduksi Minyak Goreng Di Adonara

REINHA.com – Sampai kapan harus bertahan di Sulawesi, Jika dikampung banyak potensi, kata Rahman pendiri dan penggagas produksi Minyak Goreng bermerk Donara serta Sabun Cuci Bermerk Ksabo Klin. Rahman akhirnya memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai Direktur PT Radio Suara Kesehatan Muna di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dan memilih pulang ke kampung halamannya di Adonara Tengah, Desa Wewit, Flores Timur.

Di kampung halamannya Rahman melihat produksi kepala sangat melimpah, namun yang dilakukan masyarakat hanyalah menjual dalam bentuk kopra atau buah utuh.

(Baca juga: Dukung Industri Inovatif Minyak Goreng Di Adonara, Pemda Flotim Siapkan Subsidi Dan Pemasaran)

“Banyak anak muda mewarisi perkebunan kelapa milik keluarganya, tetapi mereka tidak perna membuat terobosan dengan menjadikan kelapa sebagai barang jadi atau barang laik produksi. Nah, saya mulai pikir bagaimana supaya kelapa yang ada bisa diproduksi sampai barang jadi yakni minyak goreng.” kata Rahman.

Berbekal pengalamannya di tempat dia bekerja di Sulawesi, Rahman pun mulai merintis usahanya.

“Saya punya pengalaman di Sulawesi, bekerja di pabrik yang sama. Teori dan aplikasinya saya mengerti bahkan bisa mengerjakannya.” kata Rahman.

Proses awal memulai bisnis

Rahman menyadari bahwa untuk memproduksi buah kelapa hingga menjadi minyak goreng tentulah membutuhkan banyak biaya. Rahman pun mencoba membuat Business Plan (Rencana Bisnis) dan mempresentasikannya ke Penyuluh Desa.

Dari sana Rahman disarankan agar bisnisnya tersebut sebaiknya di kelola oleh BUMDES Desa Wewit. Rahman pun menyetujuinya, rencana bisnis dan biaya yang telah dirancang pun diambil alih desa, namun tidak perna ada realisasinya ungkap Rahman.

(Baca juga: Serangan Boulder, Biden Mendesak Larangan Senjata Serbu)

Tak hanya berdiam diri, Rahman pun berusaha mencari modal dari sumber lain. Dengan mengajak Andireas salah satu temannya dari Makasar, akhirnya Rahman mendapat modal sebesar Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dari investor. Sesuai perhitungan modal yang dibutuhkan lebih dari Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) termasuk untuk membeli mesin produksi. Rahman dan temannya pun memutuskan untuk mendapatkan tambahan modal dari pinjaman di Koperasi Guru Klubagolit Waiwadan.

Legalistas Usaha

Rahman mengatakan sebelum beroperasi terlebih dahulu menyiapkan legalitas formalnya. Rahman dan rekan-rekannya membuat perusahan berbadan hukum yakni CV Flobamora Coconut Indonesia. Dengan tagline “Dari Timur Indonesia untuk Dunia.” Kami juga membentuk sebuah kelompok Tani Milenial yang diberi nama “Tho The Dore” (dibaca tode dore).

Produk yang dihasilkan

“Saat ini kami telah memproduksi sabun cuci piring dengan merek “Kesabo Klin”, Minyak Goreng dengan merek “Donara”. Nama ini bermakna filosofis, dimana Do berasal dari kata Edo, adalah dialek kami dibagian Adonara Tengah, nara adalah sekutu. Jadi Merk ini lebih mencirikhaskan kampung halaman kami. Sementara produk lain yang mau diproduksi adalah Sabun Cuci Pakaian dan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni.

Dukungan Pemerintah

Rahman mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon dan telah menceritakan konsep serta kendala yang dihadapi oleh mereka. Bupati Anton tertari dengan konsep yang diutarakan dan mengatakan bahwa pemerintah punya misi Selamatkan Orang Muda dan Selamatkan Tanaman Rakyat. Anton pun mengatakan akan membatu kendala yang dihadapi usaha tersebut.

“Saat sedang progres, sepupu saya bernama Natsir menceritakan konsep saya ke Bupati. Merasa tertarik, Bupati akhirnya mengundang saya ke Rumah Jabatan untuk bercerita santai tentang konsep membangun industri Minyak Goreng, Sabun dan VCO. Saya bercerita panjang lebar dan didengar serius oleh Bupati. Ia begitu antusias, dan dia mengatakan kepada saya bahwa pemerintah punya misi Selamatkan Orang Muda dan Selamatkan Tanaman Rakyat. Sepertinya gayung bersambut. Konsep usaha saya ini menjawab dua misi Bupati Flotim ini.”

(Baca juga: Pemimpin ISIS Di Sinai Tewas Saat Bentrok Dengan Pasukan Mesir)

Rahman melanjutkan “Saat itu saya sempat terbuka ke Bupati tentang kendala yang kami hadapi di lapangan, antara lain kapasitas meteran listrik mencapai 2.200 watt, dan instalasinya. Saya juga menyarankan ke Pemda agar memberi subsidi terhadap produk rintisan ini, serta ketersediaan pasar. Untuk minyak kelapa akan dijual dalam kemasan 500 ml, dengan harga Rp 15.000. Pemda memberi subsidi Rp. 5.000 sehingga harga di pasar Flores Timur hanya Rp 10.000. Harga ini bisa menjangkau masyaragkat lapisan ekonomi manapun termasuk masyarakat tidak mampu. Saya juga minta ke Bupati untuk membantu menyiapkan outlet di tiga titik pemasaran di wilayah Flores Timur. Semua hal yang saya sampaikan ini direspon baik Bupati dan siap membantu mengatasi kendala usaha kami.”

Perbedaan antara minyak sawit dan minyak kelapa

Menurut rahman perbedaan minyak sawit dan minyak kelapa sendiri adalah soal kualitasnya. Minyak kelapa jauh lebih hemat daripada minyak kelapa sawit. Perbandingannya, ½ liter minyak kelapa berbanding dengan 1 liter minyak kelapa sawit. Oleh karena itu, lebih hemat menggunakan minyak kelapa daripada minyak kelapa sawit.

Untuk pengetahuan ini, kami akan lakukan sosialisasi ke desa-desa. Pertama untuk 19 desa yang tersebar di Adonara, kemudian merambah ke semua desa di Flores Timur. Minimal, produk ini bisa menguasai pasar domestik di Flores Timur, kata Rahman.

Pesan Rahman untuk orang muda Flores Timur

Rahman mengatakan pemuda harus punya kreativitas dan inovasi, jangan hanya duduk berdiam diri lalu menyebut diri sebagai pembaharu di Flores Timur.

Rahman telah membuktikan, sekalipun dengan modal seadanya, kekuatan ide dan kreativitas, mampu membawa dirinya sampai pada tahap berproduksi.

“Jadi jangan hanya mempersalahkan Bupati, tetapi anak muda mesti bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah saya buat” kata Rahman.

# Tinggalkan Jabatannya, Rahman Sukses Memproduksi Minyak Goreng Di Adonara

  • 411
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.